"Yang jelas, sebenarnya karir kita semua orang ingin sampai pengabdian di tempat yang tepat, tempat yang lebih baik. Mungkin awalnya di kampus, aktif di lembaga kemasyarakatan atau bahkan ada beberapa dosen kita yang diminta oleh negara untuk bertugas di komisi-komisi, misalnya di Komnas HAM, KPAI. Nah, kita dari kampus itu kita support secara pribadi," kata Kepala Jurusan Hukum UIN, Halim saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (8/8/2017).
Di mata teman-temannya, Ali dikenal sebagai orang yangs sederhana dan mudah bergaul. Selain itu, Ali juga selalu menjalankan kewajibannya sebagai dosen dengan penuh tanggung jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dibuka seleksi hakim agung, Ali malah mengajak teman-temannya untuk ikut mendaftar. Ali bukannya takut punya saingan, malah ia berharap semakin banyak yang mendaftar maka Mahkamah Agung akan semakin banyak peluang mendapatkan hakim agung yang profesional.
"Malah beliau mengajak semua teman-teman, informasi-informasi diberikan kepada teman-temannya dan sifatnya semakin banyak yang terlibat semakin banyak calon mungkin akan lebih bisa memilih yang terbaik. Ya dia termasuk mengajak kami," tutur Halim.
Kini nama Ali digodok Komisi Yudisial (KY) -- bersaing dengan 5 calon hakim agung kamar perdata-- apakah dinilai layak atau tidak menjadi hakim agung. Bila lolos, maka namanya disodorkan ke DPR untuk disetujui menjadi hakim agung. (asp/idh)











































