DetikNews
Selasa 08 Agustus 2017, 16:31 WIB

Sapudi, Pelaku Penusukan Pakai Ekor Ikan Pari Adalah Residivis

Fitang Budhi Adhitia - detikNews
Sapudi, Pelaku Penusukan Pakai Ekor Ikan Pari Adalah Residivis Pelaku penganiayaan pakai ekor ikan pari (Fitang Budhi Adhitia/detikcom)
Jakarta -
Barang bukti yang diamankan polisi Barang bukti yang diamankan polisi. (Fitang Budhi Adhitia/detikcom)
Jahudi alias Jodi (27) dan Sapudi (32), pelaku penganiayaan menggunakan ekor ikan pari di Jakarta Utara, ditangkap polisi. Salah satu pelaku, Sapudi, diketahui sebagai residivis atau mantan narapidana kasus pengeroyokan yang mengakibatkan meninggalnya korban.

"Untuk tersangka atas nama S ini juga adalah residivis. Yang bersangkutan ini residivis Polres Pelabuhan Tanjung Priok karena pernah juga melakukan pengeroyokan juga dan korbannya meninggal dunia," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono saat rilis di gedung Rupatama Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso 1, Jakarta Utara, Selasa (8/8/2017).

Ekor ikan pari yang digunakan pelakuEkor ikan pari yang digunakan pelaku untuk menusuk Bakri. (Fitang Budhi Adhitia/detikcom)


Dwi menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Tanjung Priok untuk mengetahui kasus yang menjerat Sapudi.

"Kita nanti akan kordinasi dengan Polres Tanjung Priok berkaitan dengan proses tersangka S ini. Di samping juga proses yang kita lakukan juga proses kasus yang terjadi di Polres Tanjung Priok," ucapnya.



Saat tanya-jawab dengan pelaku, diketahui mereka baru pertama kali menggunakan ekor ikan pari. Jodi, yang merupakan adik Sapudi, juga mengaku baru tahu ekor ikan pari mengandung racun.

"Nggak tahu kalau ini beracun, jadi kalau sudah ditusukkan, apalagi sampai kena jantung ya," ucap Jodi saat ditanya apakah mengetahui ekor ikan pari beracun.

"Berapa kali gunakan ini," tanya Dwi ke Jodi.

"Baru ini," jawab Jodi.


Barang bukti yang diamankan polisi Barang bukti yang diamankan polisi. (Fitang Budhi Adhitia/detikcom)


Dwi menambahkan pada kasus yang menjerat Sapudi sebelumnya, pelaku diketahui menggunakan pisau. "Waktu nusuk di Pelabuhan Tanjung Priok pakai pisau, jadi (ekor) pari baru digunakan sekali," tambahnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan dengan pengeroyokan. Ancaman hukumannya di atas 12 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, pengeroyokan yang menewaskan Bakri (32) terjadi pada Minggu (31/7) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari di Pelelangan Ikan Kali Baru, Cilincing, Jakut.

Kapolres Jakarta Utara saat rilis Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono saat menunjukkan barang bukti. (Fitang Budhi Adhitia/detikcom)


Pelaku pengeroyokan merupakan kakak-adik pedagang ikan di Kali Baru, Jakarta Utara. Sapudi alias Aput (32) ditangkap lebih dulu di tempat persembunyiannya di RW 12 Kalibaru, Cilincing, Jakut.

Sementara itu, Jodi ditangkap di Desa Kebalen, Tanara, Serang, Banten, pada Minggu (6/8) sekitar pukul 04.00 WIB. Jodi ditembak di kakinya karena mencoba melarikan diri saat ditangkap petugas.

Kasus ini bermula saat keduanya tengah berpesta minuman keras jenis tangkur di Pelelangan Ikan RT 08 RW 05, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Jodi menusuk Bakri dengan buntut pari saat berkelahi dengan Aput alias Sapudi.
(ams/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed