Total ada 132 personel dari Direktorat Polda Metro Jaya, Polresta Depok, Direktorat Narkoba Polda Banten, Direktorat Narkoba Polda Kepri, Polair Polda Kepri, dan Bea-dan Cukai Batam yang diberi penghargaan. Seremoni pemberian penghargaan ini digelar di gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ) sekitar pukul 14.30 WIB.
Dalam sambutannya, Idham bercerita sedikit soal pengungkapan kasus tersebut. Saat masih menjadi Kadiv Propam Polri, Idham ditunjuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi Kasatgas Merah-Putih, satgas yang dibentuk untuk penyelidikan sabu satu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, terbentuklah tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok yang dipimpin Kombes Nico Afinta dan Kombes Herry Heryawan. Selaku Kasatgas, Idham terus meng-update informasi penyelidikan oleh tim gabungan, hingga 4 WN Taiwan tertangkap, yang satu di antaranya tewas ditembak.
Selain menangkap 4 WN Taiwan penerima barang, tim menangkap 5 kru kapal Wanderlust di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Mereka tertangkap atas kerja sama dengan pihak Bea-Cukai Batam dan Polda Kepri serta Bakamla.
Menurut Idham, kasus ini tidak akan berhasil tanpa ada kerja sama. "Kejahatan narkoba ini tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri, tidak bisa kita mementingkan egosentris. Tidak mungkin kita bisa mengungkap, tidak mungkin kalau tidak ada kerja sama," imbuhnya.
Atas kerja sama itulah misi penyelundupan narkoba itu pun berhasil digagalkan. Maka, sebagai bentuk apresiasi, Idham memberikan penghargaan kepada instansi-instansi terkait yang terlibat dalam operasi tersebut.
"Sehingga saya pribadi mengucapkan terimakasih ke jajaran Polda Banten, Polda Kepri, Bea-Cukai, Bakamla, Polair Polda Kepri, BNN, Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri, dan seluruh pihak yang terlibat. Teruslah mengukir prestasi," ucap Idham. (mei/dhn)











































