"Nah, apakah dengan kondisi seperti ini mengganggu koalisi, saya kira tidak (mengganggu koalisi) karena kami melihat ini PAN dan NasDem baik-baik saja," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8/2017).
Yandri mengatakan pidato Viktor di NTT bukan sikap resmi NasDem. Karena itu, PAN juga membuka opsi koalisi dengan NasDem dalam Pilkada Serentak 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nanti misalkan tidak dengan NasDem di Pilkada Jabar, bukan karena Bang Viktor. Tapi mungkin, dan insyaallah, tidak akan mengganggu komunikasi kami dengan NasDem dalam hal koalisi di pilkada gara-gara pidato Bang Viktor," sambungnya.
PAN memiliki 4 kursi di DPRD Jabar dan menjagokan sejumlah figur, seperti Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil, serta Aa Gym, dari kalangan eksternal. Sedangkan dari kalangan internal, ada Bima Arya Sugiharto, Desy Ratnasari, dan Primus Yustisio.
PAN belum memastikan apakah nanti dalam rapat kerja nasional (rakernas) di Bandung sudah menetapkan figur yang maju di Pilgub Jabar. Yang jelas, kata Yandri, PAN masih membuka komunikasi dengan parpol.
"Untuk keluarkan nama calon yang didukung bisa iya, bisa tidak, di rakernas karena itu momentum, umumkan bahwa PAN sudah punya calon itu tergantung. Kami akan akan rekomendasikan beberapa nama untuk digodok," ucapnya. (lkw/dkp)











































