DetikNews
Selasa 08 Agustus 2017, 15:57 WIB

Cekcok Saat Mabuk Jadi Penyebab Penusukan Pakai Ekor Ikan Pari

Fitang Budhi Adhitia - detikNews
Cekcok Saat Mabuk Jadi Penyebab Penusukan Pakai Ekor Ikan Pari Pelaku penganiayaan pakai ekor ikan pari (Foto: Fitang Budhi Adhitia/detikcom)
Jakarta - Polisi menangkap Jahudi alias Jodi (27) dan Sapudi (32), pelaku penganiayaan menggunakan ekor ikan pari di Cilincing, Jakut. Polisi menyebut kedua pelaku sempat pesta miras bareng sebelum akhirnya berkelahi dengan korban Bakri (32).

"Modus tersangka ada ketersinggungan pada saat mereka minum-minum bareng. Kemudian ada sesuatu hal yang disampaikan terjadi ketersinggungan kemudian cekcok dan sempat ada sedikit perlawanan antara korban dengan pelaku," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono saat rilis di Gedung Rupatama Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso 1, Jakarta Utara, Selasa (8/8/2017).

Rilis pembunuhan pakai ekor ikan pariRilis pembunuhan pakai ekor ikan pari (Foto: Fitang Budhi Adhitia/detikcom)


Dwi menyebut kedua pelaku merupakan kakak-beradik yang bekerja sebagai pedagang ikan di Kali Baru, Jakarta Utara. Saat terjadi perkelahian Sapudi merasa kalah dengan Bakri, dan kemudian mengajak Jodi sambil membawa ekor ikan pari.

"Karena pelaku S ini merasa kalah sehingga dia kembali menemui adik J dan bersama-sama J mereka melakukan kembali dan mempersiapkan senjata jenis pari," sambungnya.



Saat melihat kakaknya jatuh, Jodi kemudian menancapkan ekor ikan pari ke dada Bakri. Bakri tewas karena racun dari ekor ikan pari itu langsung mengenai jantungnya.

"Pada saat melihat kakaknya S jatuh kemudian J yang sudah mempersiapkan senjata jenis duri ikan pari yang beracun langsung ditancapkan di dada sebelah kiri korban Bakri," jelasnya.

Barang bukti ekor ikan pariBarang bukti ekor ikan pari (Foto: Fitang Budhi Adhitia/detikcom)


Dwi menyebut sebelum tewas, Bakri sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun karena terlalu banyak mengeluarkan darah dia akhirnya tewas.

"Pada saat itu kejadian pada Minggu (6/8) pukul 03.30 WIB dini hari, korban sempat mengeluarkan darah cukup banyak dan dilakukan pertolongan dibawa ke rumah sakit. Namun kurang lebih pukul 05.00 WIB korban Bakri dinyatakan meninggal dunia," tutur Dwi.

Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan dengan pengeroyokan. "Untuk para tersangka kita kenakan pasal 170 di mana ancaman hukumannya ini adalah 12 tahun ke atas," kata Dwi.





Sebelumnya diberitakan, pengeroyokan yang menewaskan Bakri (32) terjadi pada Minggu (31/7) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, di Pelelangan Ikan Kali Baru, Cilincing, Jakut.

Kasus ini bermula saat kedunya tengah pesta minuman keras minuman keras jenis tangkur di Pelelangan Ikan RT 08/05, Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara. Jodi menusuk Bakri dengan buntut pari saat berkelahi dengan Aput.


(ams/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed