"Loh aku kan nggak tahu. Aku kan bilang, lihatlah bagaimana orang pasang spanduk, pasang baliho di Sumenep itu baru, baru kemudian di Pamekasan, tanda tangan kiai begitu banyak. Saya khawatir Mas Imin nggak update lapangan," kata Khofifah kepada wartawan di kantor Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).
Baca juga: Khofifah Maju Pilgub Jatim, Cak Imin: Jangan Maksa, Nanti Kalah
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir ketika beliau (memberi) statement itu barangkali ada yang keselip. Karena proses demokrasi saya meyakini Pak Muhaimin menjunjung tinggi proses kesetaraan," ujar Khofifah, menanggapi pernyataan Cak Imin agar dirinya tak direstui Jokowi maju dalam Pilgub Jatim.
Hingga saat ini Khofifah belum memutuskan maju-tidaknya di Pilgub Jatim. Namun dukungan yang diterimanya sudah cukup banyak dari sejumlah wilayah di Jatim.
Dia menggunakan istilah 'check sound' untuk memastikan niatnya maju dan dukungan dari masyarakat sejalan.
"Saya belum memutuskan, tapi proses di lapangan itu kan luar biasa sih. Saya datang ke Sumenep mereka support luar biasa, saya datang ke Pamekasan mereka support luar biasa, saya datang lagi ke Mojokerto di salah satu pesantren yang cukup prestisius juga ternyata support-nya luar biasa. Jadi ini sebenarnya proses perjalanan yang berjalan dengan alami," tutur Khofifah.
Sebelumnya Cak Imin menyebut Khofifah sudah tak sekuat dulu saat maju dua kali di Pilgub Jatim. Dia sudah mengingatkan Khofifah dengan mengajaknya bersatu dalam Pilgub Jatim 2018.
"Pasti (sudah tak sekuat dulu). Makanya saya ingatkan, jangan memaksakan diri, lebih baik bersatu daripada kita nanti pecah dan kalah juga dia. Waktu itu kita dua kali dukung Khofifah," tutur Cak Imin, Senin (7/8). (fdn/imk)










































