"Lahan terbakar di Ogan Ilir ini berada dekat di Posko Karhutla, ini malu kita. Jadi semua yang masuk dalam satgas tidak butuh MoU dengan HTI dan perusahaan lagi, karena sekarang waktunya bekerja sama seluruh instansi bagaimana agar tidak ada lahan maupun hutan yang terbakar," kata Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanggulangan Bencana Alam Yulizar Dinotto saat memimpin rapat siaga darurat bencana asap di Posko Karhutla BPBD Sumsel, Selasa (8/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebakaran lahan di Sumsel. (Raja Adil Siregar/detikcom) |
Menurutnya, dengan mencari dan membuka data pemilik lahan, hal itu akan memudahkan pihak kepolisian mengungkap penyebab kebakaran disengaja atau tidak. Sebab, menurutnya, tidak mungkin lahan itu terbakar tanpa ada penyebab yang jelas.
"Saya minta BPN Ogan Ilir coba cari dan kumpulkan data siapa pemilik lahan yang terbakar ini agar polisi mudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran kemarin (5-7 Agustus 2017). Jadi jelas nanti apa penyebabnya, apakah lahan ini sengaja dibakar atau tidak," tegasnya.
Kata Notto, Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga meminta seluruh kepala desa di Ogan Ilir dikumpulkan di Posko Karhutla untuk mendapatkan arahan langsung dari tim Satgas Karhutla. Sebab, jika semua pihak bekerja sendiri-sendiri, persoalan karhutla di Sumsel tidak akan tuntas.
"Kalau di Ogan Ilir terbakar, ini bahaya. Karena nanti akan berdampak pada penerbangan di bandara (SMB II Palembang). Kenapa? Karena arah angin itu datang dari Ogan Ilir dan ini sangat dekat posisinya," tutur Notto. (idh/idh)












































Kebakaran lahan di Sumsel. (Raja Adil Siregar/detikcom)