170 Hektare Lahan Terbakar, Pemprov Sumsel Minta Satgas Bersinergi

170 Hektare Lahan Terbakar, Pemprov Sumsel Minta Satgas Bersinergi

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 08 Agu 2017 13:27 WIB
170 Hektare Lahan Terbakar, Pemprov Sumsel Minta Satgas Bersinergi
Rapat siaga darurat bencana asap di Posko Karhutla BPBD Sumsel. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pelembang - Seluas 170 hektare lahan mineral dan gambut terbakar di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dalam 3 hari terakhir. Pemerintah Provinsi Sumsel meminta tim Satgas Karhutla bersinergi memadamkan api agar kebakaran tidak terus terjadi dan meluas.

"Lahan terbakar di Ogan Ilir ini berada dekat di Posko Karhutla, ini malu kita. Jadi semua yang masuk dalam satgas tidak butuh MoU dengan HTI dan perusahaan lagi, karena sekarang waktunya bekerja sama seluruh instansi bagaimana agar tidak ada lahan maupun hutan yang terbakar," kata Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Penanggulangan Bencana Alam Yulizar Dinotto saat memimpin rapat siaga darurat bencana asap di Posko Karhutla BPBD Sumsel, Selasa (8/8/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Notto meminta pihak terkait, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ogan Ilir, mencari dan membuka data pemilik tanah yang lahannya terbakar untuk mengetahui penyababnya. Sebab, tidak mungkin lahan seluas 170 hektare yang terbakar itu tidak ada yang memilikinya.

Kebakaran lahan di Sumsel.Kebakaran lahan di Sumsel. (Raja Adil Siregar/detikcom)


Menurutnya, dengan mencari dan membuka data pemilik lahan, hal itu akan memudahkan pihak kepolisian mengungkap penyebab kebakaran disengaja atau tidak. Sebab, menurutnya, tidak mungkin lahan itu terbakar tanpa ada penyebab yang jelas.

"Saya minta BPN Ogan Ilir coba cari dan kumpulkan data siapa pemilik lahan yang terbakar ini agar polisi mudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran kemarin (5-7 Agustus 2017). Jadi jelas nanti apa penyebabnya, apakah lahan ini sengaja dibakar atau tidak," tegasnya.



Kata Notto, Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga meminta seluruh kepala desa di Ogan Ilir dikumpulkan di Posko Karhutla untuk mendapatkan arahan langsung dari tim Satgas Karhutla. Sebab, jika semua pihak bekerja sendiri-sendiri, persoalan karhutla di Sumsel tidak akan tuntas.

"Kalau di Ogan Ilir terbakar, ini bahaya. Karena nanti akan berdampak pada penerbangan di bandara (SMB II Palembang). Kenapa? Karena arah angin itu datang dari Ogan Ilir dan ini sangat dekat posisinya," tutur Notto. (idh/idh)


Berita Terkait