"Termasuk yang kita dorong juga untuk masuknya mitra baru. Tapi ini juga sudah mulai ada," ujar Presiden MK Se-Asia, Arief Hidayat, di Hotel Alila, Solo, Selasa (8/8/2017).
Arief menerangkan, selama kepemimpinan MK RI, sudah ada dua anggota baru yang masuk asosiasi MK se-Asia ini. Dia pun berharap presiden baru dapat mendorong bertambahnya anggota baru yang lebih banyak lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief lantas menjelaskan soal Malaysia yang diusulkan beberapa negara untuk menjadi presiden baru MK se-Asia. Menurutnya, usulan tersebut sudah terdengar sejak kongres di Bali.
"Jadi agenda yang penting pada hari ini memilih presiden baru. Karena amanat kongres di Bali untuk memilih presiden baru. Kalau yang lalu sudah ada hampir kesepakatan memilih Malaysia. Tapi karena ada pertimbangan-pertimbangan internal di Malaysia," jelasnya.
Sementara itu, Malaysia hingga saat ini masih mempertimbangkan kehendak dari beberapa negara tersebut. Namun Arief menyebut ada sinyal positif menjelang proses pemilihan ini bahwa tidak akan terjadi lagi tidak adanya anggota yang bersedia menjadi presiden seperti dalam kongres Bali.
"Tapi mungkin pada kesempatan kali ini sudah ada titik terang internal masing-masing negara sehingga kita bisa ke depan siapa, dua tahun selanjutnya siapa. Itu kan kita bisa ke situ. Karena mungkin prinsipnya organisasi nggak boleh dipegang orang terlalu lama. Kita harapkan bisa begitu. Karena organisasi ini atau asosiasi ini bisa milik semuanya, bukan milik negara-negara tertentu," tuturnya.
Saat ini, para pimpinan MK se-Asia sedang melakukan pertemuan tertutup untuk membahas perkembangan sekretariat bersama. Setelah itu, forum akan dilanjutkan dengan membahas pemilihan presiden baru. (knv/asp)










































