SBY Turun Tangan Pertemukan TPF Munir, BIN, Polri
Rabu, 11 Mei 2005 13:57 WIB
Jakarta - Gemas melihat kerja TPF Munir mentok dengan BIN dan Mabes Polri, Presiden SBY pun turun tangan. Dia akan memimpin langsung pertemuan antara ketiganya."Ini bukan pressure terhadap Polri atau BIN. Tidak ada tekan menekan dalam kasus ini. (Kita) hanya menyelesaikan masalah komunikasi dan koordinasi dalam sisa waktu kerja TPF yang tersedia agar lebih optimal," ujar Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers usai pertemuan antara SBY dengan TPF Munir di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2005).Sebagai persiapan pertemuan segiempat tersebut, siang ini SBY menggelar rapat koordinasi mendadak dengan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, serta Menkum dan HAM Hamid Awaluddin. Rapat itu juga dilakukan untuk mengambil langkah sebagai tindak lanjut usulan dari DPR mengenai pengungkapan kasus Munir.Dituturkan Sudi, SBY menegaskan kepada seluruh pejabat dan instansi terkait untuk mendukung segala upaya TPF untuk mengumpulkan keterangan mengenai kematian aktivis HAM Munir.Sebagai langkah awal dari penegasan tersebut, dalam waktu dekat SBY akan memimpin langsung pertemuan antara TPF, BIN, dan Mabes Polri. Tujuan dari pertemuan segiempat yang juga merupakan usulan TPF itu adalah untuk lebih mengefektifkan koordinasi antarinstansi dan meningkatkan kinerja masing-masing sesuai kewenangannya."Perlu diketahui, TPF dibentuk berdasar Keppres. Maka diharapkan tidak ada lagi kendala untuk menuntaskan pekerjaan yang penting ini, termasuk masalah administratif," ujar Sudi.Permintaan SBY tersebut, menurutnya, merupakan respons terhadap laporan TPF atas berbagai hambatan yang mereka temui di lapangan. Juga usulan-usulan TPF untuk meningkatkan kinerja penyidik Polri dan pola hubungan dengan BIN agar lebih produktif.Sudi menambahkan, SBY merasa belum puas dengan kemajuan yang dicapai TPF sejauh ini. Apalagi sudah cukup lama waktu yang disediakan, namun belum juga menunjukkan hasil yang signifikan.Mengomentari langkah SBY, Wakil Ketua TPF Munir, Asmara Nababan menyambutnya dengan baik. "Saya pribadi yakin kalau ada kerja sama yang efektif akan mampu mengungkap kebenaran," ujar Asmara yang datang bersama Brigjen Pol Marsudi Hanafi selaku ketua, dan Rachlan Nasidik selaku anggota. Masa kerja TPF tercatat akan berakhir pada pertengahan Juni 2005.
(sss/)











































