DetikNews
Senin 07 Agustus 2017, 19:50 WIB

Kritik Full Day School, PKB: Kita Belum Mikir Pilpres

Andhika Prasetia - detikNews
Kritik Full Day School, PKB: Kita Belum Mikir Pilpres Logo PKB (Foto: dok. wesbite resmi PKB)
Jakarta - PKB tegas menolak kebijakan sekolah delapan jam sehari dari Senin hingga Jumat yang digagas Mendikbud Muhadjir Effendy. Namun penolakan ini dipastikan tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019.

"Perlu saya tegaskan arahan Ketum PKB Cak Imin agar kita menolak FDS (full day school), sementara soal pilpres kita belum mikir ke situ, masih jauh," ujar Wasekjen PKB Iman Syukri dalam rilisnya, Senin (7/8/2017).

Penolakan PKB terhadap kebijakan Kemendikbud, kata Syukri, tidak ujug-ujug. Syukri mengatakan aksi menolak kebijakan ini sudah bermunculan.

"Kita fokus memperjuangkan aspirasi rakyat dulu, contohnya FDS ini. Kebijakan FDS jelas-jelas merugikan madrasah dan pesantren," ujarnya.

Menanggapi pernyataan Wasekjen PKB Maman Imanulhaq yang mengancam tidak akan mencalonkan Jokowi dalam Pilpres, Syukri mengatakan itu pendapat pribadi. "Saya kira itu dipicu karena saking ngotot-nya Mendikbud untuk tetap memberlakukan FDS," tegas Syukri.

Sebelumnya, Maman mengatakan PKB menolak kebijakan sekolah delapan jam dalam lima hari karena dianggap mempengaruhi eksistensi madrasah dan pondok pesantren. Menurut Maman, perjuangan penolakan aturan ini bukan semata-mata tanpa alasan yang kuat.

Baca Juga: Tolak Sekolah 8 Jam 5 Hari, PKB Ancam Tak Capreskan Jokowi

"Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius. Kalau ini tidak dituruti Presiden, kita ingin katakan bahwa Jokowi sudah tidak berpihak kepada diniyah, Jokowi sudah menipu umat Islam, Jokowi sudah tidak perlu kita pertahankan (buat) 2019," ujar Maman di The Acacia Hotel, Jl Kramat, Jakarta Pusat, Senin (7/8).
(dkp/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed