DetikNews
Senin 07 Agustus 2017, 15:30 WIB

Sindir PKB soal Sekolah 8 Jam 5 Hari, PPP: Tak Perlu Mengancam

Andhika Prasetia - detikNews
Sindir PKB soal Sekolah 8 Jam 5 Hari, PPP: Tak Perlu Mengancam Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha (Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - PKB mengancam tak kembali mencapreskan Presiden Joko Widodo pada 2019 jika menyetujui kebijakan sekolah 8 jam sehari selama Senin sampai Jumat. PPP yang juga menolak kebijakan tersebut, menyoroti PKB.

"Manfaatnya itu sebuah partai sebagai parpol pendukung pemerintah, kita tidak perlu teriak-teriak di luar. Kami akan menyampaikan aspirasi umat Islam itu kepada Presiden. Tidak perlu mengancam-ancam," ujar Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha saat dihubungi, Senin (7/8/2017).

Tamliha mengatakan, partainya tak perlu mengancam Jokowi jika menolak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Tamliha menilai sikap penolakan PKB karena mewakili aspirasi Nahdlatul Ulama (NU).

(Baca juga: Tolak Sekolah 5 Hari, Saiq Aqil: Menteri NU Pun Saya Lawan)

"Kalau kami sih nggak ancam, paling kami menyampaikan pada Presiden Jokowi agar kebijakan itu tidak jadi diberlakukan. Ngomong saja sama yang punya kebijakan," tutur anggota Komisi I DPR ini.

Sebelumnya, alasan PKB menolak kebijakan sekolah 8 jam selama 5 hari karena dianggap mempengaruhi eksistensi Madrasah dan Pondok Pesantren. Menurut PKB, perjuangan penolakan aturan ini bukan semata-mata tanpa alasan yang kuat.

(Baca juga: Tolak Sekolah 8 Jam 5 Hari, PKB Ancam Tak Capreskan Jokowi)

"Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius. Kalau tidak dituruti presiden, kita ingin katakan bahwa Jokowi sudah tidak berpihak kepada diniyah, Jokowi sudah menipu umat Islam, Jokowi sudah tidak perlu kita pertahankan (buat) 2019," ujar wasekjen PKB Maman Imanulhaq di The Acacia Hotel, Jl Kramat, Jakarta Pusat, Senin (7/8).
(dkp/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed