DetikNews
Senin 07 Agustus 2017, 13:59 WIB

Polda Papua Gelar Perkara Bentrok Deiyai Besok

Audrey Santoso - detikNews
Polda Papua Gelar Perkara Bentrok Deiyai Besok Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Polda Papua akan melakukan gelar perkara bentrokan warga dan aparat di Deiyai, Selasa (8/8/2017) besok. Ada atau tidaknya pelanggaran SOP penggunaan senjata oleh 9 personel Satuan Brimob Polda Papua akan disimpulkan dalam gelar perkara.

"Besok Kabid Propam turun ke Jayapura dan akan dilakukan gelar perkara. Kronologinya itu seperti apa. Gelar perkara untuk tindak lanjut penanganan kasus itu. Apakah anggota sudah sesuai prosedur atau tidak, apakah ada pelanggaran disiplin atau kode etik," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal kepada detikcom, Senin (7/8).

Polda Papua juga memutuskan menarik anggotanya yang bersenjata dari Distrik Tigi. "Anggota Brimob ditarik karena menggunakan senjata api, kapolsek juga karena dia pegang senpi," sambung Kamal.

Penyelidikan terkait dengan kronologi bentrokan, menurutnya, sudah rampung dilakukan pihak internal Polda Papua bersama perwakilan Mabes Polri dan Komnas HAM. Tujuh pekerja PT Putra Dewa Paniai (PDP), yang berada di lokasi saat bentrokan, 8 anggota Polsek Tigi, dan 9 personel Satuan Brimob Polda Papua telah dimintai keterangan.

"Tim dari intenal yang terdiri dari Kabid Propam dan Dirkrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) sudah melakukan pemeriksaan bersama dengan Komnas HAM Papua dan Tim Identifikasi dari Mabes Polri untuk cek TKP. Massa pekerja sudah diperiksa, anggota Brimob dan polsek juga," terang Kamal.

Dia menyebutkan ada kemungkinan pelanggaran SOP yang dimaksud bukan terkait dengan penggunaan peluru karet atau peluru tajam. Melainkan terkait dengan waktu penggunaan senjata api, apakah sudah sesuai tahapan yang diatur dalam SOP atau tidak.

"Bukan masalah peluru karet atau tajam. Kan tindakan kepolisian dalam hal ini penggunaan senjata api, ada tahapannya. Tahapan itu dilanggar atau tidak, sesuai dengan kondisinya atau tidak," imbuh Kamal.

Bentrokan di Deiyai menyebabkan seorang warga bernama Yulianus Pigai tewas dengan luka tembak. Yulianus tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit pascakerusuhan. Kerusuhan berawal dari seorang warga yang meminta bantuan karyawan PT Putra Dewa Paniai untuk mengantar orang sakit.

Warga tersebut mendatangi kamp karyawan yang sedang membangun proyek Jembatan Oneibo di Kampung Bomou, Distrik Tigi. Karyawan tersebut menolak memberikan bantuan karena orang yang sakit dinilai sudah dalam kondisi sekarat. Dia takut dipersalahkan jika nantinya orang tersebut meninggal dalam perjalanan.

Tak lama kemudian, warga yang meminta bantuan kembali datang dan mengatakan orang yang sakit telah meninggal dunia. Dia meminta kegiatan proyek dihentikan sementara. Lalu, mendadak sekelompok warga menyerang karyawan di kamp hingga akhirnya karyawan meminta tolong kepada Polsek Tigi.

Anggota Polsek datang bersama personel Brimob dan terjadilah bentrokan. Warga menyerang dengan panah dan batu, sedangkan polisi meredam dengan melontarkan tembakan.

Data korban terakhir, 11 dari 17 anggota kepolisian mengalami luka-luka. Sedangkan 9 warga menderita luka tembak.
(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed