Golkar Tidak Ambil Keuntungan dari Cekcok PDIP
Rabu, 11 Mei 2005 12:14 WIB
Jakarta -
Meski menjadi rival dalam perolehan suara, Golkar menampik akan mengambil keuntungan dari perselisihan yang sedang terjadi di PDIP."Tidak etis bila sebuah partai mengambil keuntungan dari kehancuran atau distorsi partai lain. Konstituen juga tidak akan memanfaatkan ini begitu saja," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono.Hal itu disampaikan pria yang juga menjabat sebagai ketua DPR ini saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2005)."Namun yang jelas, image itu penting bagi sebuah partai, yaitu partai tersebut mampu menjaga soliditas," kata Agung.Cekcok yang terjadi di PDIP berbuah pemecatan terhadap 12 dari 35 orang tokoh Gerakan Pembaruan PDIP. Tiga di antaranya bahkan masih menduduki kursi DPR. Mereka adalah Roy BB Janis, Sukowaluyo Mintohardjo dan Noviantika Nasution. DPP PDIP akan segera me-recall mereka.Sedangkan sembilan orang lainnya adalah Arifin Panigoro, Didi Supriyanto, Postdam Hutasoit, Tjandra Wijaja, Pieters Sutanto, Sophan Sophiaan, Laksamana Sukardi, Angelina Pattiasina, dan Pius Lustrilanang.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































