DetikNews
Senin 07 Agustus 2017, 13:16 WIB

Buntut Bentrokan, Kapolsek Tigi Deiyai Dicopot

Audrey Santoso - detikNews
Buntut Bentrokan, Kapolsek Tigi Deiyai Dicopot Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Kapolsek Tigi, Deiyai, Papua, Iptu HM Raini, dicopot dari jabatannya dan dimutasi ke Mapolda Papua karena bentrokan yang terjadi di Oneibo, Kampung Bomou. Pergantian ini untuk memulihkan hubungan polisi dengan masyarakat.

"Anggota Brimob 9 orang dan Kapolsek ditarik ke Polda. Kapolsek sudah diganti dengan yang baru. Ini upaya Kapolda melerai, karena konflik ini kan meninggalkan luka di hati masyarakat. Kapolsek tidak bisa dekat kembali dengan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, kepada detikcom, Senin (7/8/2017).

Kamal menjelaskan karakter masyarakat Papua berbeda dengan masyarakat di daerah-daerah lain. Terjadinya konflik, kata Kamal, berdampak turunnya kepercayaan masyarakat kepada aparat. Karena itu, pergantian kapolsek diharapkan dapat memperbaiki hubungan polisi dengan warga.

"Kondisi dan situasi masyarakat di sini berbeda dengan masyarakat pada umumnya di daerah lain. (Penarikan 9 personel Brimob dan pergantian kapolsek) Untuk memberikan trust ke masyarakat kalau kita ini niatnya baik," jelas Kamal.

"Pimpinan mengambil langkah-langkah untuk menjalin komunikasi kembali dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kalau kapolseknya masih yang lama, susah," sambung dia.

Kamal berharap, ke depan tak ada lagi kesalahpahaman antara warga dan polisi yang berakibat konflik.

"Dengan ini Polri berharap kalau masyarakat ada masalah bisa curhat ke kapolseknya yang baru. Masalah kemarin itu kan awalnya salah paham," tutur dia.

Bentrokan di Deiyai menyebabkan seorang warga bernama Yulianus Pigai tewas dengan luka tembak. Yulianus tewas setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit pasca-kerusuhan. Kerusuhan berawal dari seorang warga yang meminta bantuan karyawan PT Putra Dewa Paniai untuk mengantar orang sakit.

Warga tersebut mendatangi kamp karyawan yang sedang membangun proyek Jembatan Oneibo di Kampung Bomou, Distrik Tigi. Karyawan tersebut menolak memberikan bantuan karena orang yang sakit dinilai sudah dalam kondisi sekarat. Dia takut dipersalahkan jika nantinya orang tersebut meninggal dalam perjalanan.

Tak lama, warga yang meminta bantuan kembali datang dan mengatakan orang yang sakit telah meninggal dunia. Dia meminta kegiatan proyek dihentikan sementara. Kemudian sekelompok warga mendadak menyerang karyawan di kamp hingga akhirnya karyawan meminta tolong pada Polsek Tigi.

Anggota Polsek datang bersama personel Brimob dan terjadilah bentrok. Warga menyerang dengan panah dan batu, sementara polisi meredam dengan melontarkan tembakan.

Data korban terakhir, 11 dari 17 anggota kepolisian mengalami luka-luka. Sedangkan 9 warga menderita luka tembak.
(aud/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed