"Dan kenapa kami milih Solo? kami sudah banyak menyelenggarakan kegiatan di Jakarta, di Bali ini ada misi begini, selain pertemuan internasional, kami juga akan mempelopori pengembangan parawisata dengan memperkenalkan budaya kita ke luar," ujar Presiden AACC, Arief Hidayat, di Hotel Alila, Solo, Senin (7/8/2017).
Arief menyadari bahwa selama ini pertemuan-pertemuan yang berskala internasional selalu dilaksanakan di Jakarta dan Bali. Dia ingin dengan terlaksananya pertemuan MK se-Asia di Solo ini dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempromosikan pariwisatanya.
![]() |
"Nanti kita akan ke Prambanan, ke Borobudur itu dalam rangka sekaligus pertemuan internasional simposium sekaligus membahas organisasi sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia yang begitu kaya," kata Arief yang juga Ketua MK Indonesia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Outputnya masalah pengembangan organisasi AACC. Yang kedua memilih Presiden yang baru. Yang ketiga, sebagaimana semangat Dasasila Bandung tahun 1955 yang dicetuskan oleh Presiden Sukarno ada forum Asia-Afrika, kita mengadakan kerja sama, MOU dengan CCJA, organisasi MK se-Afrika," ucapnya.
Dalam pertemuan yang digelar di Solo tahun ini, hadir sejumlah Ketua MK dan Institusi sejenis se-Asia dari 12 negara anggota AACC, 7 negara sahabat, serta 150 peserta dari dalam negeri. Tema yang diusung dalam kegiatan kali ini adalah Mahkamah Konstitusi sebagai Penjaga Ideologi dan Demokrasi dalam Masyarakat Majemuk.
(knv/asp)












































