Kwik Kecewa Sikap DPP PDIP
Rabu, 11 Mei 2005 11:49 WIB
Jakarta - Meski berhasil selamat dari daftar pemecatan, tokoh PDI Perjuangan Kwik Kian Gie mengaku tetap kecewa dengan sikap DPP PDIP. Pemecatan yang dilakukan terhadap 12 pentolan Gerakan Pembaruan (GP) PDIP dinilainya justru akan memperluas konflik internal partai.Bahkan, PDIP dipastikan akan menuai dampak buruk dalam Pilkada Juni 2005 nanti akibat keputusan tersebut."Saya mengantisipasi Pilkada akan terjadi ketegangan. Kalau begini terus bisa lebih terpuruk lagi," kata Kwik usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jl. Veteran, Jakarta, Rabu, (11/5/2005).Kwik tampak enggan berkomentar lebih banyak perihal pemecatan 12 rekannya tersebut. Tetapi dia memastikan pemecatan itu akan berdampak buruk, karena konflik internal partai pasca Kongres II di Bali akan merembet hingga daerah-daerah."Sebetulnya saya tidak mau bicara. Menurut pendapat saya iya (ada pelebaran konflik). Mereka tidak duduk diam, mereka kan juga sumber dana, punya kekuatan," kata Kwik.Kwik juga menyatakan, belum tentu semua anggota PDIP, baik DPP maupun DPC mematuhi semua kebijakan partai. Anggota DPP dan DPC, lanjutnya, terpaksa patuh karena mereka takut dipecat lalu kehilangan nafkah mereka.Lebih jauh Kwik menyatakan, dia tidak mau lagi berurusan dengan PDIP meski masih memegang kartu anggota. Dia juga tidak akan ikut campur sama sekali dengan kebijakan partai. "Saya kecewa dan merasa tidak ada satu pun yang produktif dalam PDIP," tandasnya.Menurut Kwik, saat ini tidak ada lagi yang bisa diberikan kepada partai, karena apa yang dilakukan Balitbang PDIP sewaktu masih diketuainya dibuang begitu saja. "Tidak dianggap sama sekali, dan ternyata, biang-biang yang menjadikan PDIP busuk masuk lagi dalam DPP. Karena itu saya mengaku kalah," ujarnya.
(umi/)











































