Ia pergi memancing sendirian pada Kamis (03/8/2017) dengan menggunakan kapal ke arah barat laut lepas pantai Rancung, Lhokseumawe. Kapolsek Muara Satu AKP Ahmad Yani mengatakan hilangnya Din alias Wak Din itu setelah diberitahukan oleh Junaidi, nelayan setempat pagi tadi.
"Minggu pagi tadi, Junaidi memberikan informasi bahwa semenjak pergi memancing ke Laut. Wak Din belum juga sampai kembali ke darat," kata Yani mewakili Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Minggu (6/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum menghilang, Wak Din pun sempat berjumpa dengan tujuh nelayan lainnya. Saat itu, ketujuh nelayan merapat ke kapal Wak Din yang sedang memancing. Di antara mereka juga sempat berbincang-bincang namun tak lama kemudian Wak Din berangkat lagi ke arah laut.
Ida, istri Wak Din setelah mengetahui suaminya itu tidak pulang. Lantas ke rumah pak Yusuf alias wak suh (tetangga) dan bertanya tentang keberadaan suaminya. Wak Suh menjawab bahwa sejumlah nelayan ada lihat suaminya waktu di laut sedang memancing.
Setelah itu, Ida pulang ke rumah menunggu suaminya kembali dari laut. Tak kunjung pulang, Ida berangkat ke TPI. Dia tidak menemukan suaminya dikarenakan belum pulang dari memancing di laut.
Keluarga Wak Din juga sempat melaporkan ke Panglima Laot, Basri bahwa dia sampai sekarang belum kembali dari laut.
"Kita telah berkoordinasi dengan Panglima Laot, menjumpai keluarga korban dan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari keberadaan Wak Din, " sebut AKP Yani. (rvk/rvk)











































