Muncul Wacana Penghapusan Tap MPR 'Soeharto dan Kroni'

Muncul Wacana Penghapusan Tap MPR 'Soeharto dan Kroni'

- detikNews
Rabu, 11 Mei 2005 10:20 WIB
Jakarta - Soeharto sakit, sejumlah wacana pun muncul. Yang agak nyaring, soal pemaafan terhadap Soeharto. Ada lagi wacana yang muncul yang lebih gres! MPR diminta bersidang dan mengganti kalimat 'Soeharto dan kroni-kroninya' dalam Tap MPR XI/1998. Wacana ini dimunculkan bukan oleh mantan pejabat Orde Baru atau para politisi, tapi oleh warga Kampung Kalitan, Penumping, Solo. Warga mengusulkan masalah ini terkait kondisi Soeharto yang kini sedang sakit serius. Warga menyampaikan wacana ini saat bertemu Wakil Ketua DPR Zainal Ma'arif di rumah dinasnya, Kompleks Sekneg, Kemanggisan Hilir, Slipi, Jakarta, Rabu (11/5/2005). Para warga Kalitan yang berjumlah sekitar 10 orang ini ke Jakarta untuk menjenguk dan mendoakan Soeharto. Zainal kepada detikcom menyampaikan, warga Kalitan ini menanggapi wacana yang beredar tentang pemaafan dan pengampunan terhadap Soeharto. Tapi, setelah diskusi cukup lama, pemerintah tidak bisa memberikan pengampunan, karena Soeharto belum dijatuhi hukuman. "Presiden memang punya memberikan pengampunan. Tapi, saat ini Soeharto kan belum divonis hukuman," kata Zainal. Karena itu, yang punya hak memberikan pemaafan terhadap Soeharto adalah rakyat. Dan MPR sebagai perwakilan rakyat perlu bersidang untuk membahas hal ini. Selain pengampunan, kata Zainal, warga Kalitan yang dipimpin Ketua RW 2 Danuri Danu Atmojo ini juga mengusulkan tentang revisi Tap MPR XI/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. Dalam pasal di Tap MPR ini, nama Soeharto jelas disebut-sebut. Tap MPR ini antara lain menyatakan bahwa upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dilakukan secara tegas dengan melaksanakan secara konsisten undang-undang tindak pidana korupsi. Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun juga baik pejabat negara, keluarga dan kroninya, maupun pihak swasta/konglomerat termasuk Presiden Soeharto.Nah, nama Soeharto yang disebut secara khusus itu yang diminta warga Kalitan itu untuk dihapus. Ini perlu, sebagai upaya pemaafan terhadap Soeharto, seiring dengan makin sepuhnya Soeharto dan mengalami sakit yang cukup serius. "Jadi, intinya nama 'Soeharto' di Tap itu dihapus," kata Zainal yang juga asli Kalitan ini. Sebagai wakil rakyat dan juga anggota MPR, Zainal jelas akan meneruskan aspirasi ini. "Kalau perlu, nanti MPR segera bersidang," kata Zainal. Selain itu, kata Zainal, warga Kalitan itu juga mengusulkan agar nama Bung Karno, Pak Harto, Habibie, Gus Dur, Megawati, bahkan kalau perlu Amien Rais dan Akbar Tandjung dijadikan sebagai bapak/ibu bangsa. Bagaimana, setujukah Anda dengan pendapat warga Kalitan ini? (asy/)


Berita Terkait