Hari Hak Asasi Manusia
Minggu 06 Agustus 2017, 15:33 WIB

Ketua MPR: Penerapan Pancasila Bisa Jadi Pemersatu Bangsa

Muhammad Iqbal - detikNews
Ketua MPR: Penerapan Pancasila Bisa Jadi Pemersatu Bangsa Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Serang - Jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara bisa menjadi alat pemersatu. Para pejabat negara di Indonesia perlu menerapkan Pancasila dalam perilaku kesehariannya.

"Pancasila itu harus dijadikan prilaku, maka Pancasila bisa menjadikan pemersatu," ujar Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kota Serang, Banten, Minggu (6/8/2017).

Zulkifli mengatakan pejabat negara baik di tingkat daerah maupun pusat pasti disumpah agar taat pada konstitusi. Untuk itu, kata dia, Pancasila harus dijadikan prilaku khususnya oleh para pejabat negara tersebut.

"Pejabat siapapun kalau dilantik pasti disumpah, taat pada konstutusi, oleh karena itu pejabat itu apakah DPR, bupati, gubernur harus prilakunya seperti yang saya jelaskan," kata dia.

"Pancasila itu adalah dasar dan ideologi negara, sebagai fundamen filsafat pikiran yang mendalam. Pancasila adalah pandangan hidup," sambungnya.

Jika para pejabat negara berprilaku Pancasila, ia mengatakan di tengah kemiskinan yang mendera bangsa Indonesia maka negara harus hadir untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

"Kalau ada orang miskin, negara harus hadir membela dia. Kalau ada orang Banten cari kerja, negara harus hadir jangan justru mendatangkan pekerja Tiongkok. Negara harus berpihak kepada rakyat tanpa alasan apapun, jadi kalau ada orang kelaparan busung lapar mati, bupatinya harus tanggung jawab," tegasnya.

Zulkufli juga meminta kepada seluruh anak bangsa untuk menghentikan saling hujat dan saling bertengkar sesama bangsa Indonesia.

"Kita harus terus menyampaikan nilai-nilai luhur keindonesiaan. Kita sudah 72 tahun merdeka maka saya mengajak hentikan silang sengketa, sesama umat Islam jangan bertengkar, sesama bangsa Indonesia jangan bertengkar, apapun sukunya apapun agamanya," katanya.

"Itu sudah selesai 72 tahun yang lalu. Kita agar anak-anak negeri ini, agar sumber daya manusia kita punya ilmu, kalau dia punya ilmu punya daya saing punya produktifitas, bisa melahirkan kreatif bisa melahirkan inovasi, bisa mengerti kewirausahaan kita bisa jadi negara maju, bisa bersaing dengan negara lain," lanjutnya.

Jika bangsa Indonesia masih saling sengketa soal agama, suku, dan ras, menurutnya Indonesia justru mengalami kemunduran. Apalagi, kata jika pertengkaran itu terjadi sesama umat muslim Indonesia.

"Jangan lagi ribut soal-soal yang sudah disepakati 72 tahun yang lalu, mundur kita. Apakah antar suku ,antar agama apalagi sesama muslim," paparnya.

Jika sesama muslim masih saling hujat dan bertengkar, Zulkifli justru mempertanyakan penduduk Indonesia selain umat muslim. Ia meminta kepada semua anak bangsa agar bergandengan tangan bahu membahu memajukan Indonesia.

"Kalau sesama muslim bertengkar bagaimana dengan yang lain? Mari kita kompak bergandengan tangan, kita adalah saudara," tutupnya.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed