DetikNews
Minggu 06 Agustus 2017, 11:37 WIB

Laporan Dari Moskow

Khasiatnya Mendunia, Teh dan Pia Kelor Diminati Warga Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Khasiatnya Mendunia, Teh dan Pia Kelor Diminati Warga Rusia Kelor mendunia di Festival Indonesia di Moskow (Foto: Dok. Pemkab Parigi Moutong)
Moskow - Daun kelor, tanaman yang banyak tumbuh di rumah-rumah warga di Indonesia, telah go international. Khasiat luar biasa yang dimiliki daun kelor ternyata banyak diminati warga Rusia.

Berbagai produk olahan daun kelor, seperti kapsul, teh hingga pia dipamerkan oleh delegasi Kabupaten Parigi Moutong dalam Festival Indonesia ke-2 di Moskow. Festival ini digelar pada 4-6 Agustus di Hermitage Garden, taman musim panas warga Rusia seluas 6 hektare.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Parigi Moutong, Agus Suryono Hadi menjelaskan seberapa hebat khasiat daun kelor untuk tubuh manusia. Agus juga merupakan seorang dokter dan menjabat Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kabupaten Parigi Moutong.

"Ini adalah makanan menek moyang kami, di Kabupaten Parigi Moutong," terang dokter Agus kepada detikcom di sela-sela Festival Indonesia ke-2 di Moskow, Sabtu (5/8/2017).

Kelor mendunia di Festival Indonesia di Moskow / Kelor mendunia di Festival Indonesia di Moskow / Foto: Dok. Pemkab Parigi Moutong


Kelor yang banyak tumbuh di halaman rumah warga dan terkadang dijadikan tanaman pembatas rumah ini, awalnya hanya diolah sebagai makanan yang segar, seperti masak bening atau santan. Namun setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kelor memiliki beberapa khasiat dan kandungan luar biasa, visi untuk mengolah kelor secara inovatif muncul di Kabupaten Parigi Moutong.

"Pertama, kelor mengandung kalium atau potasium yang luar biasa atau lebih tinggi daripada pisang. Kedua, mengandung kalsium jauh lebuh tinggi daripada susu. Kemudian mengandung zat besi lebih tinggi daripada bayam," ucap dokter Agus menjelaskan.

"Bahkan lebih tinggi daripada yoghurt masalah proteinnya. Vitamin C pun tidak bisa diabaikan. Kemudian daun kelor mengandung 40 antioksidan sehingga jarang tanaman memiliki hal yang demikian," imbuhnya, sembari menyebut kelor juga mengandung vitamin A.

Kelor mendunia di Festival Indonesia di Moskow / Kelor mendunia di Festival Indonesia di Moskow / Foto: Dok. Pemkab Parigi Moutong


Dengan berbagai khasiat itu, WHO menyebut kelor yang bernama latin Moringa oleifera ini sebagai tanaman mengagumkan. "Ini adalah tanaman yang miracle, miracle tree, wonderful tree. Bahkan ada seorang ahli mengatakan, the magic of tree," beber dokter Agus.

"Penelitian di dunia sudah banyak, hanya dunia tidak memiliki pohonnya. Amerika, Uni Soviet, China, Singapura tidak punya pohonnya. Yang punya pohon, kita," tambahnya.

Respons warga Rusia terhadap produk olahan kelor asal Parigi Moutong di Festival Indonesia ke-2 sungguh luar biasa. Sampel teh dan pia kelor ludes dicoba oleh para pengunjung. Mereka bahkan bersikeras ingin membeli produk-produk kelor yang sebenarnya hanya dipamerkan dan tidak untuk dijual itu.

"Mereka mengatakan berapa harganya. Tanya berapa harganya. Terpaksa kita kasih," tutur dokter Agus.

Kelor mendunia di Festival Indonesia di Moskow / Kelor mendunia di Festival Indonesia di Moskow / Foto: Dok. Pemkab Parigi Moutong


Khasiat kelor memang telah mendunia. Kabupaten Parigi Moutong yang berupaya memperkenalkan kelor ke dunia internasional, mendapat sambutan luar biasa. Bahkan telah ada tawaran untuk mengekspor kelor ke Amerika Serikat dan negara lain.
(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed