Pesan JK buat Generasi Muda: Semangat, Iptek dan Kedamaian

Pesan JK buat Generasi Muda: Semangat, Iptek dan Kedamaian

Denita BR Matondang - detikNews
Sabtu, 05 Agu 2017 14:52 WIB
Pesan JK buat Generasi Muda: Semangat, Iptek dan Kedamaian
Foto: Pool/Tim Media Wapres JK
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut tiga hal yang bisa membuat bangsa menjadi maju, yakni semangat, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kedamaian.

"Suatu bangsa yang maju setidaknya punya tiga hal. Pertama semangat, kedua iptek, dan ketiga kedamaian. Hanya dengan ketiga inilah bangsa akan maju," kata JK saat memberikan orasi ilmiah dalam acara wisuda Universitas Al-Azhar Indonesia yang ke-17 di auditorium gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017).

JK mengatakan, jika seseorang memiliki semangat namun tanpa ilmu, dia akan 'tersendat'. Begitu juga sebaliknya, jika memiliki ilmu pengetahuan tanpa ada semangat, akan sulit berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi semua pun tanpa kedamaian, kita tak bisa berbuat apa-apa seperti terjadi di Timur Tengah, menimbulkan kehancuran, negara tidak ada kedamaian. Tiga hal ini penting kita miliki," kata JK.

JK mengatakan banyak negara yang tidak memiliki kekayaan alam. Namun masyarakatnya bersemangat untuk mengembangkan iptek sehingga membuat negaranya maju.

"Semangat iptek seperti Korea dan Jepang itu jauh maju dari kita," katanya.

JK berpesan kepada mahasiswa dan alumni Universitas Al-Azhar Indonesia agar memiliki semangat, iptek, dan kedamaian. Selain itu, JK mengingatkan soal kreativitas dan inovasi.

"Enterprising bisa tumbuh dari inovasi dan kreativitas. Dari inovasi dan kreativitas bisa ciptakan kedamaian. Apa pun akan hancur jika suatu bangsa tidak ada kedamaian," kata JK.

"Sekaya apa pun bisa habis kalau bangsa tak bersatu dan tak berdamai. Itu harapan kita pada generasi muda, generasi Z, sehingga dapat menguasai menggunakan ilmu sebaik-baiknya," ujar JK.

JK menambahkan, yang dibutuhkan negara saat ini adalah kemakmuran, kemajuan, dan kesejahteraan. Hal itu hanya bisa diperoleh dari teknologi dan pendidikan.

"Ujungnya adalah pendidikan jadi dasar utama suatu nilai tambah kesejahteraan suatu bangsa. Ilmu punya berbagai cabang. Pergunakanlah itu sesuai sifatnya. Ilmu sosial mengajarkan kita bagaimana mengelola tatanan masyarakat. Ilmu ekonomi mengajarkan kita bagaimana efisiensi memperdayakan sumber daya masyarakat. Teknologi mengajarkan bagaimana kita memberi nilai tambah untuk ilmu," jelasnya. (jor/fdn)


Berita Terkait