Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan udara Kementerian Perhubungan Agoes Soebagio mengatakan terkadang memang ada penerbangan VVIP atau VIP yang bersamaan waktunya dengan penerbangan reguler. Situasi ini pasti berpengaruh pada penerbangan di bandara tersebut.
"Kadang-kadang dengan adanya penerbangan VVIP yang jamnya bersamaan atau berdekatan dengan penerbangan regular, tentu menyesuaikan. Pasti ada pengaruh," kata Agus saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (5/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebetulnya itu bisa diantisipasi, karena VVIP harus mendapat prioritas. Langkah-langkahnya juga diberitahukan ke penumpang sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Agoes.
Agoes menjelaskan, pada prinsipnya, jika ada penerbangan VVIP, VIP, ataupun ada kendala teknis, harus segera dibarengi dengan notice to airmen atau (notam). Notam inilah yang jadi acuan untuk diantisipasi oleh penerbangan berikutnya.
"Bahwa akibatnya ada delay mesti segera diantisipasi oleh perusahaan penerbangan. Di notam itu juga disebutkan berapa lama durasi penutupannya," kata Agoes.
Karena itu, menurut Agoes, harus ada kerja sama yang baik antara pihak bandara dan perusahaan penerbangan begitu mendapat notam, entah itu karena ada penerbangan VVIP, VIP, ataupun kendala teknis.
"Tentu harus melakukan penanganan segera, konsekuensinya ya penutupan sementara. Itu harus diantisipasi dengan cermat oleh maskapai agar dilakukan penyesuaian," ucap Agoes.
Sebelumnya, penumpang Garuda Indonesia rute Denpasar-Jakarta mengeluh lantaran penerbangan mereka ditunda dan pada akhirnya dibatalkan. Salah satu penumpang yang mengeluh adalah artis Vanessa Angel. Dalam InstaStory-nya, Vanessa menyebut penundaan terjadi karena ada penerbangan Presiden Joko Widodo (VVIP).
Sementara itu, pihak Garuda Indonesia sendiri membantah anggapan bahwa pembatalan penerbangan yang akan ditumpangi Vanessa itu karena adanya penerbangan VIP.
"Bukan karena ada penerbangan VIP, tapi memang ada technical problem pada pesawat GA DPS-CGK yang membutuhkan perbaikan yang agak lama. Kita berusaha maksimal untuk memperbaiki technical problem agar tetap bisa terbang. Namun sampai pukul 01.30 Wita belum terselesaikan," ujar Plh VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono kepada detikcom, Sabtu (5/8/2017).
"Akhirnya penerbangan di-postponed menjadi 5 Agustus pukul 10.00 Wita," lanjutnya.
Sebagai kompensasi atas pembatalan penerbangan, Garuda Indonesia memberikan uang kompensasi, hotel, dan makanan kepada para penumpang. (jor/fdn)










































