DetikNews
Sabtu 05 Agustus 2017, 11:18 WIB

Cerita Keluarga soal dr Ryan Thamrin yang Tak Pernah Mengeluh Sakit

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Cerita Keluarga soal dr Ryan Thamrin yang Tak Pernah Mengeluh Sakit Foto: Dok. Instagram/dr_ryanthamrin
Pekanbaru - Selama setahun tinggal bersama keluarga di Pekanbaru, Riau, dokter Ryan Thamrin (almarhum) tidak pernah mengeluhkan sakit kanker otak dan sakit mag yang diidapnya. Dia selalu menyembunyikan rasa sakitnya itu.

"Almarhum sepertinya tidak ingin membuat gelisah keluarga kami. Setiap kali saya tanyakan soal sakitnya, dia selalu menjawab, 'Tidak apa-apa, Bang'," kata kakak sepupu dr Ryan Thamrin, Doni Alprialdi, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (5/8/2017).

Doni mengatakan selalu bertanya soal kesehatan Ryan Thamrin selama beristirahat di Pekanbaru. Meski sudah sering kali ditanya, dokter yang mengembuskan napas terakhir pada usia 39 tahun itu tak pernah mengeluh.

"Saya sering tanyakan bagaimana kondisinya sekarang. Tapi ya itu, dia itu selalu saja tidak pernah merasa sakit. Kadang bilang, 'Nggak apa-apa, Bang," kata Doni.

Doni menyebutkan, saudara sepupunya itu selama ini sangat perhatian kepada keluarganya, termasuk ponakannya. Jika pembawa acara 'Dr Oz Indonesia' itu tengah berada di Pekanbaru, ia sering menjemput ponakannya pulang sekolah.

"Kadang dia main ke mal sama ponakannya. Santai saja, tidak menunjukkan dirinya seorang public figure. Kadang di mal ada juga masyarakat yang kenal dan menyapanya," kata Doni, yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau.

Selain itu, Doni menceritakan, bila pulang ke Pekanbaru, Ryan Thamrin selalu mengontak keluarganya. Dia berkumpul dan bercengkerama untuk melepaskan kerinduan dengan keluarga besarnya di Pekanbaru.

"Almarhum ini dekat sekali dengan abang di atas saya. Setiap dia pulang selama ini, pasti telepon, terus pesan minta dimasakkan kue talam," kata Doni.

Kue talam itu, kata Doni, merupakan khas makanan ala Melayu. Makan kue talam ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat Riau.

"Mungkin kebiasaan makan kue talam ini menurun dari almarhum bapaknya. Makanan kue talam ini memang sudah menjadi kebiasaan kami sekeluarga sejak kecil. Jadi, walau dia sudah hidup di Jakarta, kalau lagi pulang kampung, pasti minta dimasakkan kue talam," kata Doni.
(cha/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed