DPW PKB Jatim Dibekukan
Mahfud: Konflik Makin Runcing
Rabu, 11 Mei 2005 08:06 WIB
Jakarta - Keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pimpinan Muhaimin Iskandar yang secara resmi membekukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur dinilai semakin memperuncing konflik. Bahkan, Muhaimin telah menunjuk tim caretaker dengan pimpinan Imam Nahrawi."Saya kira memang keputusan DPP PKB itu akan memperburuk situasi. Sekarang ini kan status kepengurusan DPP PKB masih dipersoalkan secara hukum," kata mantan Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB Mohammad Mahfud MD kepada detikcom, Rabu (11/5/2005) pagi.Menurut Mahfud, semestinya semua pihak di PKB melakukan langkah moratorium politik yakni saling menahan diri sampai adanya keputusan pengadilan tentang status hukum dari kepengurusan DPP PKB."Kan Menteri Hukum dan HAM menyatakan selama masih ada kemelut maka pengurus dikatakan status quo atau untuk sementara yang diakui adalah kepengurusan lama," ungkapnya.Keputusan pembekuan DPP PKB atas DPW PKB Jawa Timur itu tertuang dalam surat keputusan No 64 tanggal 8 Mei 2005 yang dibacakan oleh Muhidin Aru Gusman Sekretaris Dewan Syuro PKB semalam di kantor DPP PKB, Kalibata, Jakarta Selatan. Alasannya, DPW Jawa Timur pimpinan Choirul Anam tidak mengakui hasil Muktamar PKB di Semarang. Surat keputusan pembekuan tersebut juga mengamanatkan penyusunan kepengurusan DPW PKB Jawa Timur dan menuntaskan proses konsolidasi organisasi sampai terlaksananya musyawarah wilayah DPW PKB Jawa Timur yang dilaksanakan selambat-lambatnya tiga bulan setelah surat keputusan diterbitkan.Mahfud MD ketika disinggung kemungkinan adanya pembangkangan dari DPW Jawa Timur mengatakan, hal itu bisa saja terjadi. "Selama pembangkangan itu dalam bentuk legal seperti lewat pengadilan itu tidak menjadi masalah. Tapi yang sangat dikhawatirkan jika sampai timbul pertikaian secara fisik," ungkapnya.Mantan Menhan jaman Gus Dur ini juga merasa prihatin atas konflik yang berlarut-larut di tubuh partai berlambang bola dunia ini. "Saya semakin sedih mencermati perkembangan PKB akhir-akhir ini," demikian Mahfud MD.
(san/)











































