Dari pantauan detikcom, Sabtu (5/8/2017), bercak darah bekas kejadian pada Jumat (4/8) itu masih terlihat. Bercak terlihat di tengah marka jalan.
"Itu bekas darahnya, tuh," kata seorang pedagang, Wati (50), di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wati tak melihat langsung kejadian yang menimpa guru SD 05 Jatipulo, Jakbar, itu. Dia mengetahui terjadinya kecelakaan dari orang lain. Saat kecelakaan terjadi pada Jumat (4/8), tidak ada orang sekitar yang melihat langsung kejadian.
Jalan Daan Mogot, menurut Wati, biasanya ramai sejak pukul 05.00 WIB. Namun Wati baru berjualan sejak pukul 08.00 WIB. Begitupun dengan jam buka bengkel di dekatnya.
Lokasi tewasnya guru SD Suharso di Jl Daan Mogot, Sabtu (5/8/2017). (Ahmad Bil Wahid/detikcom) |
"Kalau jam 5 di sini masih pada tutup. Saya jam 8 baru dagang, yang lain juga buka jam segitu," ujarnya.
Badan jalan tempat tewasnya Suharso memiliki lebar sekitar 8 meter. Sisi paling kanan jalan dipakai untuk jalur khusus TransJakarta (busway).
Lokasi tewasnya guru SD Suharso di Jl Daan Mogot, Sabtu (5/8/2017). (Ahmad Bil Wahid/detikcom) |
Di sisi kiri jalan, tak ada trotoar yang jadi pembatas jalan. Sisi kiri jalan dari arah Tangerang itu bersentuhan langsung dengan bengkel-bengkel yang ada di dekatnya.
Lalu lintas di jalan ini tergolong ramai. Selain sepeda motor dan mobil pribadi, kendaraan jenis truk dan bus sering melintasi jalur ini.
Kanit Lantas Wilayah Cengkareng AKP Wawan sebelumnya mengatakan tidak ada orang yang melihat kejadian tabrakan yang menewaskan Suharso. Orang hanya melihat Suharso sudah tergeletak dengan kondisi mengenaskan.
Lokasi tewasnya guru SD Suharso di Jl Daan Mogot, Sabtu (5/8/2017). (Ahmad Bil Wahid/detikcom) |











































Lokasi tewasnya guru SD Suharso di Jl Daan Mogot, Sabtu (5/8/2017). (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Lokasi tewasnya guru SD Suharso di Jl Daan Mogot, Sabtu (5/8/2017). (Ahmad Bil Wahid/detikcom)
Lokasi tewasnya guru SD Suharso di Jl Daan Mogot, Sabtu (5/8/2017). (Ahmad Bil Wahid/detikcom)