"Iya betul (EJ mengubah keterangannya soal ciri-ciri pelaku). Dia terobsesi dengan gambar yang ada di media sosial, jadi dia merevisi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/8/2017).
Saksi kunci yang dimaksud adalah saksi yang melihat terduga pelaku di Jl Boulevard, di dekat masjid tempat Novel melaksanakan salat subuh pada 11 April 2017. EJ melihat terduga pelaku berdiri di dekat kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan EJ itulah polisi kemudian membuat sketsa wajahnya. Semula, EJ menggambarkan wajah terduga pelaku setelah melihat foto-foto AL (yang sebelumnya pernah diamankan polisi).
"Saat kami tanyakan bagaimana sketsanya, kan dia sudah melihat di beberapa gambar dan media adalah wajahnya AL, dia terobsesi dengan gambar itu, jadi dia merevisi," sambungnya.
Untuk diketahui, AL sudah diamankan polisi jauh hari sebelum EJ memberikan kesaksian soal ciri-ciri wajah terduga pelaku. AL sendiri saat itu sudah dilepaskan setelah bukti-bukti menunjukkan dia memang tidak ada di lokasi saat kejadian, sesuai dengan alibinya.
AL bahkan sempat diperlihatkan ke EJ di Polsek Kelapa Gading. Saat itu, EJ yakin 80 persen bahwa AL adalah orang yang dia maksud.
Tetapi belakangan, EJ merevisi keterangannya soal ciri-ciri pelaku dan kemudian ditindaklanjuti dengan membuat sketsa wajah orang tersebut. Foto sketsa wajah yang dirilis oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian itulah yang merupakan hasil sketsa dari keterangan terakhir EJ.
"(Setelah direvisi, hasilnya) bukan AL. (EJ merevisi) karena lihat (wajah AL) di medsos itu," tandas Argo. (mei/aik)











































