"Saya kira sebagai pemerintah, sebagai Mendagri, saya mengharapkan marilah adu konsep, adu program, membangun negara dengan baik dan sebuah sistem pemerintahan presidensial yang efektif dan efisien. Jangan jauh-jauh hari menebar kebencian, fitnah, tuduhan," kata Tjahjo seusai Rapimnas Hanura di Hotel Stone, Legian, Badung, Bali, Jumat (4/8/2017).
Tjahjo, yang juga mantan anggota DPR dari PDIP, prihatin atas tuduhan yang dialamatkan ke partainya. Ia meminta semua orang menahan diri menjelang pemilu serentak pada 2018 dan 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjahjo secara khusus memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai tidak reaktif menghadapi segala isu miring yang beredar. Dia menduga banyaknya kampanye hitam karena mendekati pesta pemilu lima tahunan.
"Pak Jokowi ini kan beliau pendiam, difitnah apa saja, ada yang dimaafkan, ada yang diproses secara hukum. Karena beliau hobinya kerja. Ukuran masyarakat kan kerja, itu saja. Makanya, kawan atau lawan mari kita fair lho. Ini kan mekanisme lima tahunan. Lima tahunan cepet lho, sekarang kan hawanya sudah pilpres. Mari kita secara objektif," ucapnya.
Meski demikian, Tjahjo enggan mengomentari ujaran Viktor Laiskodat, yang menuding beberapa partai anti-Pancasila. Ia menyerahkan hal tersebut kepada lingkup internal partai.
"Imbauan ya ketua umumnya yang mengimbau dong, bukan orang lain," katanya. (fdu/imk)











































