Mendagri: Mari Adu Konsep, Bukan Tebar Kebencian

Mendagri: Mari Adu Konsep, Bukan Tebar Kebencian

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 19:46 WIB
Mendagri: Mari Adu Konsep, Bukan Tebar Kebencian
Tjahjo Kumolo (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyayangkan politikus yang menghujat satu sama lain. Tjahjo meminta para politikus beradu konsep untuk meningkatkan popularitas di masyarakat.

"Saya kira sebagai pemerintah, sebagai Mendagri, saya mengharapkan marilah adu konsep, adu program, membangun negara dengan baik dan sebuah sistem pemerintahan presidensial yang efektif dan efisien. Jangan jauh-jauh hari menebar kebencian, fitnah, tuduhan," kata Tjahjo seusai Rapimnas Hanura di Hotel Stone, Legian, Badung, Bali, Jumat (4/8/2017).

Tjahjo, yang juga mantan anggota DPR dari PDIP, prihatin atas tuduhan yang dialamatkan ke partainya. Ia meminta semua orang menahan diri menjelang pemilu serentak pada 2018 dan 2019.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Contoh kecillah menyamakan sebuah partai dengan PKI. PKI itu organisasi terlarang, lho kok dikaitkan terlarang itu kan sesuatu yang mengada-ada. Terus enak aja langsung minta maaf. Lho, opini sudah bergulir. Saya kira semacam ini harus disikapi dengan tegas. Ada UU-nya kok menebar fitnah, menebar kebencian," tuturnya.

Tjahjo secara khusus memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai tidak reaktif menghadapi segala isu miring yang beredar. Dia menduga banyaknya kampanye hitam karena mendekati pesta pemilu lima tahunan.

"Pak Jokowi ini kan beliau pendiam, difitnah apa saja, ada yang dimaafkan, ada yang diproses secara hukum. Karena beliau hobinya kerja. Ukuran masyarakat kan kerja, itu saja. Makanya, kawan atau lawan mari kita fair lho. Ini kan mekanisme lima tahunan. Lima tahunan cepet lho, sekarang kan hawanya sudah pilpres. Mari kita secara objektif," ucapnya.

Meski demikian, Tjahjo enggan mengomentari ujaran Viktor Laiskodat, yang menuding beberapa partai anti-Pancasila. Ia menyerahkan hal tersebut kepada lingkup internal partai.

"Imbauan ya ketua umumnya yang mengimbau dong, bukan orang lain," katanya. (fdu/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads