Pemprov Berencana Bangun Rusun Transit di Ancol

Pemprov Berencana Bangun Rusun Transit di Ancol

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 19:17 WIB
Pemprov Berencana Bangun Rusun Transit di Ancol
Plh Gubernur DKI Saefullah/ Foto: Hary Lukita Wardani/detikcom
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun rumah susun (rusun) transit di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Pelaksana harian Gubernur DKI Saefullah menyebut Pemprov memiliki tanah seluas hampir 3 ribu meter di Ancol.

Rusun transit adalah rusun untuk menampung warga yang direlokasi atau digusur. Rusun ini juga berfungsi untuk menampung warga yang menjadi korban bencana seperti kebakaran dan banjir

"Jadi Ancol itu ada tanah, lupa saya luasnya, hampir 3.000 (meter). Saya tanya ini mau diserahkan. Saya minta sertifikatnya sudah nama DKI," kata Saefullah di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saefullah menyebut dalam rapat pimpinan muncul usulan agar tanah itu dibangun rusun transit. Rusun transit itu nantinya bisa digunakan sebagai penampungan warga relokasi akibat bencana atau gusuran.

"(Untuk) percepatan, kalau misalnya kita mau melakukan penertiban di suatu lokasi belum ada rumah susunnya, tetapi ini mendesak misalnya persoalan kemacetan, persoalan banjir, maka orang ini bisa kita dari relokasi ke sana. itu. atau ada musibah kebakaran, belum ada rumah, taruh situ dulu. Rumah susun transit, ini rumah pertolongan. Itu baru ide, lokasi di Ancol," paparnya.

Saefullah menyebut wacana itu menjadi salah satu visi Pemprov DKI. Apalagi sudah tersedia tanah dan tinggal dibangun rusun saja.

"Tapi sebagai warga Jakarta yang baik, ya kalau ada visi bagus ya kan kita harus orangnya visioner. Pemimpin visioner, warga visioner semua orang memikirkan ke depan," jelas dia.

"Kalau ada seperti itu ide bagus yang ditangkap saja. tanahnya udah ada kok. besok tinggal dinas Perumahan kamu programin, nih. ukur kemungkinan berapa Tower, bangun rumah susun transit Pemprov DKI Jakarta," sambung Saefullah.

Nantinya lokasi itu juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan SKPD. Namun, Saefullah menegaskan pertimbangan kebutuhan yang paling mendesak yang akan menjadi prioritasnya.

"Nanti kita cek, mana urgensinya. mana yang paling cocok," tutupnya. (ams/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads