Penembak Warga di Pegunungan Pora Sulteng Diduga Kelompok Santoso

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 18:16 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Basith Subastian
Jakarta - Polisi menduga penembak Simon alias Suju (37) di Pegunungan Pora, Sulawesi Tengah merupakan kelompok Santoso. Simon sebelumnya tewas tertembak di bagian dada di sekitar Pegunungan Pora, Desa Parigimpu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (3/8) pagi.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan pihaknya telah memeriksa seorang saksi yang melihat penembakan itu. Polisi lalu memperliharkan ke saksi 7 orang daftar pencarian orang (DPO) kelompok Santoso yang tersisa.

"Ditunjuklah (oleh saksi) ada dua orang katanya (mirip) dan hampir sama. Lalu diperlihatkanlah senjatanya seperti apa, kemudian sama dengan senjata yang masih dimiliki (para DPO)," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2017).

Petunjuk lain yang menguatkan dugaan polisi tentang Kelompok Santoso kembali berulah adalah lokasi penembakan Simson yang terletak di sekitar wilayah Kelompok Santoso berkeliaran. Martinus menegaskan kepolisian setempat langsung mengejar para pelaku usai penembakan itu.

"Dengan dua indikator itu bisa disimpulkan pelakunya adalah DPO. Untuk hal tersebut kan kita masih punya tim di sana yang kemudian melakukan pengejaran. TKP-nya memang sekitaran tempat mereka. Memang bisa disimpulkan bahwa pelakunya yang DPO. Ditunjukkan rambutnya panjang," ujarnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menerangkan kronologi singkat penembakan Simson. Kamis pagi, Simson keluar rumah untuk mengambil durian di kebunnya. Tiba-tiba dia disergap sejumlah orang tak dikenal.

Menurut keterangan saksi mata kepada polisi, Simsom sempat melawan dengan mencoba merampas senjata yang dipegang orang tak dikenal tersebut. Lalu terdengar bunyi tembakan dan Simson terjatuh.

Korban disemayamkan di RS Anuntaloko Parigi. Jasadnya diautopsi oleh Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Sulteng.

Rikwanto melanjutkan, ciri-ciri sekelompok pelaku berdasarkan keterangan saksi yaitu berpakaian loreng warna hijau pudar, sepatu putih, membawa ransel besar, rambut panjang, membawa senjata laras panjang. (aud/idh)