DetikNews
Jumat 04 Agustus 2017, 17:25 WIB

Kolonel Hidayat: Rekrutmen Hakim Harus Diperketat dan Libatkan KY

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kolonel Hidayat: Rekrutmen Hakim Harus Diperketat dan Libatkan KY Kolonel Hidayat Manao (dok.ky)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) sedang membuka lowongan 1.600 kursi hakim tanpa melibatkan Komisi Yudisial (KY). Menurut Kepala Dilmilti II Kolonel Hidayat Manao, yang merupakan calon hakim agung, seleksi itu seharusnya melibatkan KY.

"Rekrutmen hakim yang bagus yang bagaimana?" tanya Wakil Ketua KY Sukma Violetta dalam wawancara terbuka calon hakim agung di gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakpus, Jumat (4/8/2017).

"Dilihat dari dia mahasiswa mana. Ke depan ini, 10 orang dari universitas terbaik ini dites. Sistem rekrutmen ini harus diperketat dan tidak ada salahnya melibatkan KY di dalamnya," kata Kolonel Hidayat.

Kolonel Hidayat memiliki rumah di Medan yang dibeli seharga Rp 600 jutaan pada 2010. Ia membeli dengan mencicil dan meminjam dari saudaranya. Dengan pendapatan sebagai hakim, Kolonel Hidayat mengaku itu sudah cukup untuk men-cover pengeluarannya.

"Saya menerapkan asas hemat dan ada saudara yang membantu dan kita kumpul-kumpul hingga kita bisa cicil rumah," ujar Kolonel Hidayat.

Adapun calon hakim agung lainnya, Yodi Martono Wahyunadi, membeli rumah di Bekasi seluas 400 meter persegi pada 2010. Uang itu diambil dari tabungan dan ia meminjam dari BRI sebesar Rp 200 juta.

"Sekitar Rp 700 juta dengan bangunan," kata Yodi, yang menjabat Direktur Binganis dan administrasi TUM MA.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed