DetikNews
Jumat 04 Agustus 2017, 17:12 WIB

Serunya Warga Kebon Kosong Panen Sayur di Tengah Kota Jakarta

Denita Matondang - detikNews
Serunya Warga Kebon Kosong Panen Sayur di Tengah Kota Jakarta Warga bisa membeli hasil panen tiap 1,5 bulan sekali. Foto: Denita Matondang-detikcom
Jakarta - Kampung Iklim di Kelurahan Kebon Kosong memiliki kebun sayur di tengah Ibu Kota. Begitu waktu panen tiba, warga kelurahan pun antusias berkunjung. Mereka ingin petik sayur bayam, kangkung, kembang kol, sawi dan sebagainya sendiri.
Serunya Warga Kebon Kosong Panen Sayur di Tengah Kota JakartaMereka punya warung hidup yang bermanfaat bagi warga. Foto: Denita Matondang-detikcom

"Jadi kalau kita umumkan, di grup-grup media sosial di kelurahan, ini ada panen bayam dan kangkung, siapa yang mau beli? Mereka langsung datang ke kebun," Kata Esty Sumarwati (64) salah satu pengelola Kampung Iklim sekaligus Ketua Kelompok Wanita Tani mawar RW 06 kepada detikcom di rumahnya di Komplek perumahan angkasa Pura, Kelurahan Kebon Kosong, Jumat (4/8/2017).

Antusiasme warga, diceritakan Esty, karena tingginya minat warga terhadap sayuran organik. Apalagi, pupuk yang digunakan berasal dari pupuk olahan sendiri. Warga juga diberi kesempatan memetik sendiri. Bahkan, tak semua permintaan warga bisa terpenuhi. Sebagian warga terpaksa pulang dengan tangan kosong dan kecewa karena tak kebagian sayur yang dipanen.
Serunya Warga Kebon Kosong Panen Sayur di Tengah Kota JakartaMereka bahkan mengolah pupuk organik sendiri. Foto: Denita Matondang-detikcom

"Antusias mereka ya, kalau mau membeli pas panen ramai sekali. Hampir semua orang kelurahan datang. Kadang ada juga yang kecewa karena nggak kebagian, karena telat datang. 'Yaa... aku nggak dapat nih, telat datang', biasanya mereka bilang gitu," ujar Esty.
Ini Ibu Esty, salah satu pengelola warung hidup di Kebon Kosong.Ini Ibu Esty, salah satu pengelola warung hidup di Kebon Kosong. Foto: Denita Matondang-detikcom

"Begitu datang, pilih mau yang mana dan petik sendiri. Terus timbang juga sendiri. Baru nanti bayar ke Kelompok Tani yang tugas," lanjut Esty.

Lanjut Esty, biasanya warga membeli sayur dengan jumlah bervariasi. Untuk harga, Esty dan kawan-kawan mematok Rp 5.000 hingga 10.000 per kilogram sayur bayam bagi keluarga Kelompok Tani. Sedangkan Rp 15.000 hingga 20.000 ribu bagi non anggota.

"Tergantung kualitas sayur biasanya, ada yang beli sekilo harga Rp 20.000 juga. Mereka juga kadang beli untuk sekali makan atau dua kali makan. Ada yang langsung banyak 2 Kg," terang Esty.

Sayangnya, tidak setiap hari warga bisa langsung datang membeli. Warga harus menunggu masa panen. Pun masa panen sayur tak bersamaan. Tapi, setidaknya 1,5 bulan sekali mereka bisa petik sendiri sayur organik.

"Itu kan tergantung masa panennya. Nggak bisa setiap hari. Masa panennya juga macam-macam. Pokoknya, kalau panen kita umumkan. Tapi kalau dirata-ratakan, setidaknya setiap 1,5 bulan sekali pasti kita ada masa panen," imbuh Esty.

RW 06 Kelurahan Kebon Kosong ini baru saja mendapat Penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ada 3 kelurahan di Jakarta yang meraih penghargaan ini.
(bag/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed