"Wakti itu lagi berangkat ,ngajarnya kan di Jatipulo, Jakarta Barat kan lumayan. Jadi tiap hari berangkat sekitar jam 5. sekarang jam 6 kan udah padat," kata putra korban, Ferry Fraya (28) saat ditemui detikcom di Poris Residence, Jumat (4/8/2017).
Ferry mengatakan, ayahnya sudah 6 tahun mengajar di sekolah tersebut. Meski begitu Suharso sudah tergolong lama menjadi guru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sekolahnya, ayah 3 anak itu merupakan guru kelas. Dia biasanya berangkat menggunakan sepeda motor atau menggunakan mobil bersama anaknya.
"Terkadang bareng sama abang saya, biasa diantar pakai mobil tapi kalau nggak bareng waktunya, beliau bawa motor sendiri," tuturnya.
Keluarga pun belum memutuskan lokasi pemakaman Suharso. Korban saat ini masih berada di RSUD Tangerang.
"Kita belum tau apakah dimakamkan di kampung, Boyolali atau di Jakarta saja," ujar Ferry.
Mengenai penyebab tewasnya, keluarga belum mendapatkan kepastian dari polisi. Guru itu diduga meninggal akibat menjadi korban tabrak lari.
"Saya baru dapat dari media digital, ada yang bilang murni kecelakaan ada yang bilang tabrak lari, tersenggol. Kebetulan abang sama saudara saya lagi ke kantor polisi, tujuannya mengklarifikasi kronologi sebenarnya," kata Ferry. (abw/rvk)










































