DetikNews
Jumat 04 Agustus 2017, 13:51 WIB

Tak Ada Hakim Karier yang Lolos Jadi Hakim Agung Kamar Pidana

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Tak Ada Hakim Karier yang Lolos Jadi Hakim Agung Kamar Pidana Gazalba Saleh (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Hakim agung dapat diduduki dari dua jalur, yaitu hakim karier dan masyarakat. Namun, dalam seleksi calon hakim agung 2017 ini, tidak ada satu pun hakim karier yang bisa melaju hingga tahap wawancara terbuka.

Untuk posisi hakim agung spesialis perkara pidana, tahap wawancara terbuka ini hanya diikuti dua orang, yaitu Ansori dan Gazalba Saleh. Ansori merupakan hakim dari unsur masyarakat untuk mengadili perkara korupsi di Pengadilan Tinggi Surabaya, sedangkan Gazalba adalah dosen di Universitas Narotama, Surabaya.

"Hukuman mati bagi kasus narkoba, Anda setuju?" tanya pimpinan Komisi Yudisial Farid Wajdi kepada Gazalba di gedung KY, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (4/8/2017).

"Setuju, terutama mereka yang melakukan berulang-ulang atau residivis karena narkoba menyangkut generasi kita," jawab Gazalba.

Pimpinan KY lainnya, Sukma Violetta, mencecar Gazalba, yang pernah membelikan mobil untuk temannya. Versi Gazalba, mobil itu dibeli karena temannya yang menjual dan ia menjadi perantara bagi temannya yang lain. Hal itu agar teman satunya mendapatkan diskon.

"Ini terjadi saat belum hakim, tapi kalau sudah jadi hakim, apa boleh begini?" tanya Sukma.

"Tidak boleh karena hakim tidak bisa menerima diskon," jawab Gazalba tegas.

Adapun Ansori dimintai penjelasan soal kepemilikan kebun jati dan kopi di Jawa Timur. Ansori menjelaskan tanah itu dibeli saat menjadi dosen, sebagian juga warisan.
Tak Ada Hakim Karier yang Lolos Jadi Hakim Agung Kamar Pidana

"Panennya sekali, jadi satu tahun bisa Rp 50 juta," Ansori menjelaskan.

Selain Ansori dan Gazalba, berikut 12 nama lain yang sampai ke tahap wawancara terbuka:

Kamar Perdata
1. Moh. Eka Kartika (hakim tinggi Pengadilan Tinggi Jakarta)
2. Muhammad Ali Hanafiah Selian (dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta)
3. Muhamad Yunis Wahab (hakim tinggi Pengadilan Tinggi Palembang)
4. Pahala Simanjuntak (hakim tinggi yustisial Balitbangdiklatkumdil MA)
5. R. Murjiyanto (dosen Universitas Janabadra)

Kamar Agama
1. Azizah Bajuber (hakim tinggi yustisial Badan Pengawas MA)
2. Bunyamin Alamsyah (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda)
3. Firdaus Muhammad Arwan (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura)
4. Jaliansyah (hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Semarang)
5. Yasardin (hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Jakarta)

Kamar Tata Usaha Negara
1. Yodi Martono Wahyunadi (Direktur Binganis dan Administrasi TUN MA)

Kamar Militer
1. Hidayat Manao, Kol CHK (Ketua Dilmilti II - Jakarta)
(asp/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed