DetikNews
Jumat 04 Agustus 2017, 12:36 WIB

Barang Bukti 1 Ton Sabu Dijaga Ketat Provost Polda Metro

Mei Amelia R - detikNews
Barang Bukti 1 Ton Sabu Dijaga Ketat Provost Polda Metro Foto: Hasan Al Habshy
FOKUS BERITA: Penyelundupan 1 Ton Sabu
Jakarta - Barang bukti 1 ton sabu hasil sitaan dari jaringan Taiwan masih tersimpan rapat di gudang penyimpanan barang bukti di Gedung Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Gudang tersebut dijaga ketat oleh provost selama 24 jam.

"Kami pastikan masih aman. Kami simpan di gudang barang bukti dan itu dijaga sama dua anggota Provost," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta kepada detikcom, Jumat (4/8/2017).

Selain anggota Provost, Nico mengatakan ada satu orang petugas jaga yang menjaga gudang tersebut. Selain petugas yang berkepentingan, tidak boleh ada yang memasuki gudang tersebut.



"Oh itu sangat ketat. Setiap yang masuk dan keluar ada dicatat di buku mutasi," sambung Nico.

Ketatnya penjagaan di gudang barang bukti ini dilakukan untuk memastikan tidak ada oknum yang menyelewengkan atau menggelapkan barang bukti. "Kalau ada, tentunya akan ditindak tegas," imbuh Nico.

Sementara itu, Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Bambang S Yudhantara mengatakan gudang tersebut setiap hari digembok dengan dua kunci gembok. Satu kunci gembok dipegang oleh Provost, sementara satu lainnya dipegang oleh perugas jaga.

"Itu kalau mau buka harus ada kunci dua-duanya, kunci yang di petugas jaga dan yang dipegang oleh Provost," ujar Bambang.

Untuk diketahui, gudang itu tidak hanya menyimpan barang bukti 1 ton sabu. Barang bukti narkoba lainnya dari hasil pengungkapan unit-unit lain, juga disimpan di gudang tersebut.

"Jadi kalau ada yang mau masuk untuk pengecekan barbuk unit lain tidak ada masalah," lanjut Bambang.

Untuk memasuki gudang itu, harus jelas maksud dan tujuannya. Petugas boleh mengambil barang bukti hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja dan tentunya dengan pencatatan di buku mutasi.

"Yang jelas kalau (barang bukti) sudah masuk, kalau mau dikeluarkan lagi itu untuk pemusnahan atau ekspose. Pengambilan sampel barang bukti untuk uji lab itu di awal setelah penangkapan, begitu tiba di kantor langsung kita sisihkan, setelah itu sisanya baru masuk gudang," jelasnya.

Pada saat pengambilan barang bukti pun disaksikan oleh provost dan petugas jaga. "Sehingga ketahuan berapa yang diambil untuk kepentingan misalnya untuk diserahkan tahap dua ke kejaksaan," tandasnya.





(mei/aan)
FOKUS BERITA: Penyelundupan 1 Ton Sabu
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed