KPK Panggil Mulya Hasjmy Terkait Kasus Alkes Flu Burung

Faieq Hidayat - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 11:53 WIB
ilustrasi Gedung Baru KPK/ Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - KPK memanggil mantan Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Mulya A Hasjmy sebagai saksi kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) flu burung di Kementerian Kesehatan. Mulya A Hasjmy akan dimintai keterangan terkait tersangka Direktur utama PT Cahaya Prima Cemerlang Fredy Lumban Tobing.

"Mereka dipanggil sebagai saksi atas tersangka FLT," ujar Kabiro Humas Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (4/8/2017).

Selain Mulya, KPK juga memanggil mantan Staf Kasubdit Komplementer dan Alternatif Direktorat Bina Yanmed Dasar Nursilah dan Kepala Bagian Sub Tata Usaha Direktorat Bina Upaya Kesehatan Rujukan Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes, Poltak Sitorus. Keduanya akan menjadi saksi terkait tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan flu burung Fredy Lumban Tobing.

Pada tahun 2015, Mulya A Hasjmy dihukum 2 tahun 8 bulan penjara. Ia juga didenda Rp 100 juta subsidair 2 bulan kurungan. Mulya Hasjmy terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan peralatan medik dalam penanganan wabah flu burung tahun 2006.

Sementara KPK sebelumnya menetapkan Fredy Lumban Tobing sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan alkes flu burung. Fredy disangka menggunakan jaringannya di Kemenkes agar bisa membantunya memenangkan tender proyek pengadaan Alkes flu burung.

Dalam dakwaan Mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar, disebutkan PT CPC mendapat keuntungan sebesar Rp 10,861 miliar dari proyek tersebut dari total nilai kontrak Rp 29,39 miliar.

Freddy disebut ikut mengatur spesifikasi alat kesehatan dalam TOR sehingga spesifikasi alat kesehatan telah mengarah kepada sejumlah produk dari PT CPC selaku subdistributor dari PT Elo Karsa Utama (PT EKU). (fai/rvk)