Erros: Penanganan Korupsi Tak Hanya Soeharto

Erros: Penanganan Korupsi Tak Hanya Soeharto

- detikNews
Rabu, 11 Mei 2005 05:05 WIB
Jakarta - Wacana pengampunan terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia Soeharto terus bergulir. Namun jika pemerintah sekarang konsisten maka tidak hanya korupsinya Soeharto yang diungkap tapi juga yang lainnya."Kalau cuma pak Harto yang diadili nuansa politiknya lebih kental, karena korupsi pada jaman Soeharto dilakukan berjamaah. Kecuali kalau pengadilan dilakukan secara menyeluruh terhadap koruptor tanpa pandang bulu dan berjalan secara konsisten sejak pemerintahan Habibie sampai sekarang," kata Ketua umum PNBK Erros Djarot kepada detikcom di Jakarta, Rabu (11/5/2005).Erros mendukung terhadap upaya-upaya untuk menangani kasus Soeharto ini dari sisi kemanusiaan. "Kita harus bedakan urusan politik dengan urusan kemanusiaan. Kalau dia sakit ya nggak apa-apa. Kalau melihat kondisi obyektif setuju aja," katanya.Ditambahkan, kalau memang harus diadakan pengadilan, maka perlu dilihat untung-ruginya. "Saya adalah orang yang paling dirugikan pada jaman Orde Baru karena saya pengikut Bung Karno. Tapi saya bisa memaafkan," tandasnya.Menurut Erros, daripada jauh-jauh mengadili Soeharto, akan lebih baik mengadili koruptor, perampok BLBI dan koruptor lain yang sampai saat ini masih berkeliaran dan bahkan masih mendapat kuncuran pinjaman dari bank.Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua umum PBR Zainal Maa'rif yang menyebutkan berdasarkan kondisi Soeharto saat ini yang terbaring sakit di RSPP maka pemikiran pemberian ampunan adalah suatu hal yang baik."Pak Harto yang sedemikian tua tidak bisa diharapkan lagi dalam proses pengadilan apalagi sudah terkena sakit otak permanen," ujarnya. Simpati juga datang dari Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar. Menurutnya kondisi kesehatan penguasa Orde Baru tersebut bisa dijadikan pertimbangan untuk pengampunan terhadap Soeharto karena pengadilan harus mempertimbangkan aspek-aspek kondisi yang bersangkutan. (san/)


Berita Terkait