PKS: Pidato Viktor Laiskodat Adu Domba dan Provokasi

PKS: Pidato Viktor Laiskodat Adu Domba dan Provokasi

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 04 Agu 2017 10:26 WIB
PKS: Pidato Viktor Laiskodat Adu Domba dan Provokasi
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Jakarta - Ketua Fraksi NasDem DPR Viktor Laiskodat menuding 4 parpol intoleran, termasuk PKS. Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan pihaknya akan melaporkan Viktor ke ranah hukum dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Kita sangat menolak keras, yang disampaikan yang bersangkutan itu bukan hanya fitnah tapi pencemaran nama baik, adu domba, ujaran kebencian, provokasi," ujar Hidayat saat dihubungi, Jumat (4/8/2017).

"Yang dia sampaikan itu apalagi ada soal PKI, dibunuh, kemudian pendukung khilafah, HTI. Semua adalah tidak sesuai dengan jargon Pancasila, aku NKRI," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidayat menyayangkan pernyataan Viktor yang disampaikan di depan forum di NTT tersebut. Menurutnya, Viktor tidak seharusnya berperilaku seperti itu dalam politik. Persatuan Indonesia harus dijunjung tinggi.


"Seharusnya menghormati Gerindra, PKS, PAN, dan Gerindra. Menolak Perppu (Ormas) bukan karena kroni HTI. Penolakan kami jelas, dan basisnya UUD itu sendiri. Kita tidak ingin ada pasal-pasal karet," jelas Hidayat.

Wakil Ketua MPR ini menyebut apa yang dilakukan Viktor menjadi salah satu dampak dari pasal karet Perppu Ormas. Di tingkat masyarakat, kata Hidayat, ada banyak tafsir sendiri mengenai hal tersebut.

"Tiba-tiba dari Semarang ada yang mengatakan tidak boleh demo menolak Perppu. Yang nolak Perppu dibilang kroninya HTI," sebut dia.

Atas pernyataan Viktor, PKS akan melakukan langkah hukum. Selain itu, Fraksi PKS akan melaporkan Viktor ke MKD karena dianggap telah melakukan pelanggaran etik sebagai anggota dewan.


"PKS menolak keras. Kemudian yang bersangkutan akan dilaporkan ke penegakan hukum dan MKD. Karena pernyataan itu sangat-sangat gegabah dan sembrono. Tidak layak disampaikan orang sekelas dia," tegas Hidayat.

Selain itu, PKS meminta Viktor untuk meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya yang menyinggung Gerindra, PAN, Partai Demokrat, dan PKS. PKS pun menurut Hidayat akan berkoordinasi dengan tiga partai lainnya mengenai langkah lanjutan terkait masalah ini.

"Penting yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara terbuka baik di tingkat nasional dan di NTT," ucapnya.


"PKS akan koordinasi dengan partai lain menentukan langkah hukum dan politik lainnya," tambah Hidayat.

Viktor sudah dihubungi soal pidatonya tersebut, namun yang mengangkat seorang perempuan yang diduga sekretarisnya. Perempuan itu mengatakan Viktor belum bisa menerima telepon karena masih kunker di dapilnya. (elz/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads