TNI Bentuk Tim Kecil Bahas Perubahan Status Aceh

TNI Bentuk Tim Kecil Bahas Perubahan Status Aceh

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2005 19:04 WIB
Jakarta - Desakan mengubah status di Aceh dari Darurat Sipil menjadi Tertib Sipil terus bergulir. TNI telah membentuk tim kecil untuk membahas perubahan status itu. Apa pun perubahan status itu nanti, Panglima TNI mengaku tidak mempermasalahkannya. Asal, nantinya tetap ada jaminan keamanan bagi masyarakat Aceh."Mengenai status, nantinya masih dibicarakan karena kita masih bicara soal kondisi keamanan di sana sekarang. Apalagi, sekarang sudah masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami," kata Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto.Endriartono mengungkapkan hal itu usai rakor Polhukam yang membahas masalah Aceh di Kantor Menko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa, (10/5/2005)."Kita harus menentukan sejauh mana jaminan keamanan dapat diberikan, karena secara realitas GAM masih ada," tegasnya lagi.Tim kecil TNI, lanjut dia, kini masih terus merumuskan secara detil apakah status Darurat Sipil akan dipertahankan atau tidak. Tim kecil ini nantinya akan memberikan rekomendasi kepada presiden, apa pilihan yang terbaik."Apakah masih bisa kita perpanjang atau kita turunkan menjadi Tertib Sipil, karena ada kaitan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.Endriartono mengakui masih dipertimbangkannya status Darurat Sipil di Aceh saat ini karena posisi GAM yang masih bercokol kuat di sana."Namun bukan semata-mata itu. Pertimbangan bukan karena ada GAM kemudian kita tetap Darurat Sipil. Banyak hal-hal lain yang ikut kita pertimbangkan," katanya.Saat ditanya, apakah akan ada pengurangan pasukan jika status sipil di Aceh diturunkan, Endriartono menegaskan, secara teknis hal itu belum dilihat.Karena, pada intinya TNI harus mampu memberikan jaminan kepada masyarakat Aceh dan BP Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh. Hal ini dilakukan agar proyek tersebut bisa berjalan lancar."Bahwa kekuatan cukup dua orang ya dua orang, kalau kekuatan satu juta ya satu juta. Pada prinsipnya kita harus mampu memberikan jaminan itu," tegasnya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads