DetikNews
Kamis 03 Agustus 2017, 16:39 WIB

Dari Balik Penjara Kendalikan Narkoba

Erwin Dariyanto - detikNews
Dari Balik Penjara Kendalikan Narkoba Ilustrasi: Dok. detikcom
FOKUS BERITA: Penyelundupan 1 Ton Sabu
Jakarta - Penjara rupanya tak membuat mereka jera. Dari balik jeruji para bandar yang sudah jadi terpidana masih bisa leluasa mengendalikan bisnis narkoba. Seperti apa ceritanya?

Aseng saat ini mendekam di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah karena kasus narkoba. Jika dinalar mestinya, terpidana 15 tahun hukuman penjara itu tak bisa lagi mengendalikan bisnisnya. Namun kenyataanya, dari Lapas Nusakambangan dia mampu mengendalikan penyelundupan 1,2 juta ekstasi.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memastikan pihaknya akan memproses hukum Aseng meskipun yang bersangkutan saat ini tengah menjalani hukuman.

"Kita akan proses hukum yang bersangkutan. Pengendali, meskipun sudah divonis 15 tahun untuk kasus yang lama," kata Tito dalam konferensi pers di gedung Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).

Plt Dirjen Pemasyarakatan Ma'mun mengatakan Aseng diduga memesan 1,2 juta pil ekstasai dari Belanda. Hal itu dilakukan melalui surat elektronik dari telepon genggam merek Nokia miliknya. Saat bersamaan Aseng juga menghubungi temannya di luar Lapas Nusakambangan untuk mengurus pesanan tersebut setelah sampai di Indonesia.

"Diindikasikan pengendalinya adalah dari Lapas Batu, atas nama Aseng. Yang sudah kami periksa yang bersangkutan mengakui, melakukan komunikasi dengan telepon. Pendalamannya akan dilakukan oleh kepolisian, tindak lanjutnya," kata Ma'mun.

Atas kejadian tersebut, Aseng akan menjalani sanksi disipilin berupa hukuman sunyi, diisolasi dan dipindahkan dari Lapas Batu ke Lapas Pasir Putih, Nusakambangan. Pihak Lapas juga akan menelusuri asal muasal telepon genggam yang digunakan oleh Aseng.

Dia bukan bandar pertama yang mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara. Pada Februari lalui Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah juga membongkar praktik bisnis narkoba yang juga dikendalikan dari Lapas Nusakambangan.

Kepala BNNP Jateng Brigjend Pol Tri Agus Heru mengatakan napi tersebut adalah Sutrisno (56) alias Pak Tris alias Babe. Dia berperan sebagai operator atau pengendali narkoba jenis sabu jaringan Nigeria di Lapas Nusakambangan.

Babe yang mendekam di Lapas kelas IA Nusakambangan itu dibantu oleh dua orang yakni seorang pria berinisial H dan SL, putri kandungnya. H dan SL menjadi operator peredaran sabu dari luar penjara. Mereka berdua bertugas sebagai pengelola keuangan dan kasir. Setiap hari Babe menerima transferan sekitar Rp 70 hingga Rp 90 juta.

"Itu setiap hari dan sudah berjalan tiga bulan," kata Brigjen Tri Agus saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2/8/2017).

Aksi Babe mengendalikan peredaran narkoba dari penjara untuk sementara bisa dibubarkan oleh polisi dan BNNP Jawa Tengah. Namun dua kaki tangannya yakni H dan SL belum juga tertangkap.

Pekan lalu, BNNP Jawa Tengah juga membongkar bisnis narkoba yang dikendalikan Bambang Budianto alias Londo (67), terpidana 8 tahun hukuman penjara karena kasus narkoba.

Dari Lapas Kelas II B Pati, Londo memerintahkan anak perempuannya Ira untuk mengedarkan sabu di kawasan Blora Jawa Tengah. Menurut Tri Agus, Londo sudah empat kali ini terjerat kasus narkoba.

Pada 2004 dia divonis satu tahun karena kasus narkoba. Tahun 2007 dia divonis 2 tahun sembilan bulan karena kasus serupa. Tak lama menghirup udara bebas, 2013 Londo kembali divonis 8 tahun penjara karena kasus narkoba.

Pasca terbongkarnya kasus penyelundupan 1,2 juta ekstasi oleh Aseng, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly langsung mencopot Abdul Haris dari jabatan Kepala Lapas Batu. Yasonna menegaskan pencopotan tersebut konsekuensi dari kinerjanya yang dinilai buruk.

"Siapa pun itu, apa pun itu, harus bertanggung jawab dari bawah," kata Yasonna di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Dia yakin kasus ini tak hanya melibatkan Kalapas tapi juga anak buahnya. Kementerian Hukum dan HAM pun akan menelusuri semua pihak yang diduga terkait kasus Aseng.

Akankah sanksi Menkum HAM untuk Kalapas Nusakambangan menghentikan praktik bisnis narkoba dari dalam penjara?




(erd/jat)
FOKUS BERITA: Penyelundupan 1 Ton Sabu
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed