DetikNews
Kamis 03 Agustus 2017, 11:47 WIB

Modus Baru Pengedar Sabu, Lewat Jalur Tikus di Laut

Mei Amelia R, Erwin Dariyanto - detikNews
Modus Baru Pengedar Sabu, Lewat Jalur Tikus di Laut Foto: ilustrator Zaky Alfarabi/detikcom
FOKUS BERITA: Penyelundupan 1 Ton Sabu
Jakarta - Kapal Wanderlust dengan panjang 27 meter itu telah dimodifikasi oleh seorang bandar narkoba besar di Taiwan. Caranya dengan menambah ruangan-ruangan di kompartemen di bagian bawah kapal. Kapasitas tangki yang tadinya hanya muat 20 ton bahan bakar diubah menjadi 90 ton. Hal ini dimaksudkan agar kapal bisa menempuh perjalanan jarak jauh.

Misi utama yang dijalankan adalah membawa sabu seberat 1 ton dari Kaishong City di Taiwan menuju Selat Sunda di Anyer, Banten. Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta memperkirakan dari Taiwan hingga Pantai Anyer kapal tersebut menghabiskan 45 ton solar.

Ia memberikan ilustrasi, jarak dari Batam ke Papua sejauh 1.100 nautical mile. Sedangkan jarak dari Taiwan ke Selat Sunda itu 2.700 nautical mile atau kurang lebih tiga kali jarak Batam-Papua.

Menurut Nico, perjalanan kapal dari Batam ke Papua membutuhkan bahan bakar 15 ton. Sehingga perjalanan Taiwan ke Selat Sunda bahan bakar yang dibutuhkan adalah 3 kali Batam-Papua atau sekitar 45 ton.

Untuk mengelabuhi petugas, bandar narkoba jaringan Taiwan itu juga mematikan sistem pelacakan otomatis atau automatic identification system (AIS). Tujuannya agar tidak terpantau radar oleh otoritas wilayah perairan Indonesia.

AIS adalah sistem pelacakan kapal otomatis yang digunakan untuk mencegah tabrakan di laut. Setiap kapal pelayaran internasional bertonase 30 GT atau lebih dan kapal penumpang tanpa ketentuan adanya tonase wajib dilengkapi AIS. Hal ini agar petugas jaga kapal dan otoritas kemaritiman bisa melacak dan mengawasi pergerakan kapal.

Kapal Wanderlust belakangan juga diketahui tidak melakukan pencatatan harian pada log book. Buku ini berisi informasi mengenai kegiatan kapal, termasuk ketika kapal bersandar atau berlabuh. Agar posisi kapal tidak diketahui, data GPS (global positioning system) dihapus.

Setelah semuanya siap pada 17 Juni 2017, kapal berangkat menuju Pantai Anyer di Selat Sunda, Banten. Rute yang ditempuh adalah Pelabuhan Kaishong City, Taiwan melewati perairan Johor di Malaysia, kemudian singgah di perairan Myanmar untuk menerima 1 ton sabu. Selanjutnya kapal menuju Pantai Anyer.

Modus Baru Pengedar Sabu, Lewat Jalur Tikus di LautFoto: ilustrator Zaky Alfarabi/detikcom


Beruntung aparat berhasil menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu tersebut pada Kamis, 13 Juli 2017. Berselang 13 hari kemudian polisi bersama BNN dan Dirjen Bea Cukai berhasil juga menggagalkan penyelundupan sabu hampir 300 kg di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Penyelundup diduga adalah terkait jaringan pengedar sabu Taiwan. Lagi-lagi bandar narkoba itu mengirimkan sabu dari China ke Indonesia melalui kapal laut. Sabu-sabu itu diselundupkan di dalam mesin pemoles sepatu.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto mengatakan menyelundupkan sabu melalui jalur laut ini merupakan modus baru. "Kurang lebih mulai awal tahun ini," kata Eko saat berbincang dengan detikcom, Rabu (2/8/2017).

Para bandar biasanya menggunakan jalur-jalur tikus. Modus ini lebih aman ketimbang melalui jalur udara seperti yang selama ini dilakukan oleh para bandar narkoba. "Ini modus baru. Mereka mencari jalur-jalur tikus," kata Eko.

Panjangnya bentang lautan Indonesia mengharuskan aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan. "Karena banyaknya jalur tikus ini menjadikan rawan dijadikan pintu masuk narkoba," kata Eko.

Pada Kamis hari ini, Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi penyelundupan 1 ton sabu tersebut. Di tahap awal rekonstruksi akan dilakukan di Jakarta.

Rekonstruksi digelar sekitar pukul 10.00 WIB, dimulai dari kedatangan tiga tersangka penerima barang, yakni Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Ketiga tersangka akan dihadirkan dalam proses rekonstruksi tersebut dengan didampingi pengacaranya.

Selain di Bandara Soekarno-Hatta, rekonstruksi akan digelar di beberapa hotel hingga rumah yang disewa oleh para tersangka. "Dari bandara, nanti ke Swiss-Belhotel Cengkareng, Favehotel Puri Kembangan, Hitel Mustika di Gajah Mada, dan rumah di Duta Garden, Cengkareng," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Jakarta kemarin.


(erd/jat)
FOKUS BERITA: Penyelundupan 1 Ton Sabu
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed