Tatap Pilgub Jatim, La Nyalla Bicara Cap Preman hingga Tuduhan Korupsi

Pilgub Jatim 2018

Tatap Pilgub Jatim, La Nyalla Bicara Cap Preman hingga Tuduhan Korupsi

Budi Sugiharto - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 19:37 WIB
Tatap Pilgub Jatim, La Nyalla Bicara Cap Preman hingga Tuduhan Korupsi
La Nyalla (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Surabaya - Munculnya nama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai bakal calon Gubernur Jatim tentu mengejutkan. Sebab, La Nyalla selama ini dikenal sebagai sosok yang kontroversial.

La Nyalla, yang juga Ketua Pemuda Pancasila, mengaku tidak akan menanggapi tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa jabatan gubernur bukanlah cita-citanya sedari awal.

"Saya kontroversial ya. He-he-he…. Begini ya, menjadi gubernur itu bukan cita-cita. Itu ikhtiar saya untuk semakin memperluas ladang amal kita. Karena saya melihat kekuasaan itu hanya alat. Hanya sarana saja, untuk memperluas kebaikan yang bisa kita sebarkan," kata La Nyalla dalam wawancara tertulis dengan detikcom, Rabu (2/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

La Nyalla, yang telah mendaftar sebagai bakal calon gubernur ke Partai Demokrat dan Partai Gerindra, berkeyakinan dirinya akan mendapatkan dukungan partai politik karena mampu mengatasi kemiskinan dan membangun Jawa Timur yang berkeadilan sosial. Predikat yang selama ini dituduhkan bahwa dia seorang preman tidak akan mengendurkan cita-citanya untuk membangun Jawa Timur.

"Itu sudah lama (tuduhan dirinya preman). Dan saya dari dulu punya prinsip saya tidak akan menjelaskan siapa saya terkait tuduhan orang soal saya preman. Karena kan ada pernyataan begini, tidak perlu menceritakan siapa Anda, karena orang yang suka kepada Anda tidak perlu itu, dan orang yang tidak suka kepada Anda, tidak akan percaya. Jadi ya biar Allah SWT yang menilai," ucap La Nyalla.

La Nyalla menyampaikan tuduhan korupsi dana hibah Pemprov Jatim juga pernah dialamatkan kepadanya. Dia mengaku saat itu terpukul karena seolah dirinya penjahat kelas kakap. Namun, di balik itu, ia mengaku mendapat hikmah.

"Di situ saya mengambil hikmah. Pasti Allah SWT punya rencana terhadap diri saya. Dan saya juga sudah melupakan dan tidak dendam dengan siapa pun yang terlibat dalam menjadikan saya pesakitan di persidangan itu. Sudah saya lupakan. Saya memang lebih senang menatap masa depan ketimbang melihat ke belakang. Kita lihat ke belakang sebagai pelajaran saja. Ambil hikmahnya," ucapnya.

Bagaimana La Nyalla menjawab tudingan dirinya seorang preman dan sosok kontroversial hingga mampu membangun Jawa Timur lebih baik? Berikut ini petikan wawancara yang dilakukan detikcom secara tertulis:

Aktivitas sehari-hari apa sekarang?

Sebagai bagian dari ikhtiar pencalonan gubernur, saya lebih banyak keliling ke daerah. Saya di rumah mungkin hanya dua hari dalam seminggu. Sejak bulan Ramadan kemarin. Memang setiap tahun saya safari Ramadan di Jatim. Setelah itu, lanjut keliling lagi silaturahim ke pesantren dan kelompok-kelompok masyarakat. Selain silaturahim, saya juga menyerap aspirasi langsung. Apa yang sesungguhnya terjadi, dan apa sesungguhnya yang dibutuhkan masyarakat.

Mengapa Anda ingin menjadi Gubernur Jatim padahal Anda dikenal cukup kontroversial?

Saya kontroversial ya, he-he-he…. Begini ya, menjadi gubernur itu bukan cita-cita. Itu ikhtiar saya untuk semakin memperluas ladang amal kita. Karena saya melihat kekuasaan itu hanya alat. Hanya sarana saja, untuk memperluas kebaikan yang bisa kita sebarkan.

Makanya dalam ikhtiar saya mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim, saya memprioritaskan program yang mungkin berat bagi sebagian orang, yakni mengatasi kemiskinan dan membangun Jawa Timur yang berkeadilan sosial.

Target besar nantinya jika Anda menjadi Gubernur Jatim?

Program saya sebenarnya bukan antitesa dari program dan kebijakan yang sudah dijalankan Gubernur Soekarwo. Hanya, program saya adalah penajaman yang lebih terukur dari gagasan besar yang saya usung, yakni mengatasi kemiskinan dan membangun Jawa Timur yang berkeadilan sosial.

Apa yang saya pertajam? Ada tiga hal. Pertama, mengatasi kemiskinan. Kedua, menempatkan rakyat sebagai subjek, bukan objek pembangunan. Ketiga, menerapkan semua instrumen pembangunan menuju kemakmuran.

Ketiga hal itu saya implementasikan melalui tiga pendekatan juga. Yakni, yang pertama, APBD untuk rakyat miskin. Kedua, penerapan filosofi keadilan sosial dalam pembangunan; dan ketiga, karena latar belakang saya pengusaha, maka saya terapkan konsep government entrepreneurship.

Tiga penajaman dan tiga pendekatan ini akan menuju goal, Jawa Timur makmur. Dengan roadmap yang sudah saya susun untuk 19 sektor prioritas. Di antaranya sektor daya saing manusia, melalui pendidikan, kesehatan, moral dan agama, olahraga. Juga daya saing ekonomi melalui infrastruktur dan desa, dunia usaha dan industri, buruh dan tenaga kerja, koperasi dan UMKM, kewirausahaan, pertanian-perkebunan dan peternakan, nelayan-perikanan dan budi daya, juga ketahanan sosial melalui pesantren dan kelompok masyarakat serta lainnya.

Alasan mendasar apa sebenarnya maju sebagai calon Gubernur Jatim?

Jujur saja, angka kemiskinan di Jatim masih di atas rata-rata angka kemiskinan nasional. Angka kesenjangan juga masih di atas nasional. Artinya, ada persoalan mendasar, kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Sebenarnya dua hal itu lingkaran yang saling terkait.

Ini persoalan mendasar dan berat. Tetapi sejak dulu saya punya prinsip pantang menyerah. Kesulitan pasti ada. Tapi kalau kita serius dan sungguh-sungguh, pasti ada jalan. Apalagi untuk kebaikan. Pasti Allah SWT bukakan jalan. Saya punya keyakinan sendiri.

Tentu, sebagai sebuah ikhtiar, kalkulasi rasionalnya harus ada. Kuncinya, kalau Gubernur Jatim bisa menyatukan irama dan langkahnya dengan kekuatan 29 bupati dan 9 wali kota di Jatim, insyaallah tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan.

Ingat salah satu doktrin Pancasila, gotong royong. Kekuatan APBD Provinsi Jatim sekitar Rp 27 triliun. Tapi kalau ditambah dengan kekuatan 38 kabupaten/kota menjadi 100 triliun lebih. Tinggal kita mau serius atau tidak? Kuncinya bersatu. Kompak, antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Anda seorang pengusaha besar, pernah gagal?

Hampir semua pengusaha pernah merasakan kegagalan. Dan pengusaha yang berhasil rata-rata pernah gagal. Jadi kegagalan itu harus dimaknai sebagai pembelajaran serta sebagai ajang koreksi diri. Dan jangan pernah putus asa. Itu prinsip. Karena di balik kegagalan pasti ada suatu hikmah.

Allah SWT sudah mengingatkan, boleh jadi apa yang menurut kita baik, ternyata tidak baik bagi Allah SWT. Atau sebaliknya, apa yang tidak kita sukai, ternyata itu baik buat kita menurut Allah SWT. Karena itu, saya selalu pasrahkan semua ikhtiar saya kepada sang pemilik skenario hidup saya. Tentu dengan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.

Anda tokoh yang cukup kontroversial, dan pernah dituduh korupsi dana hibah, komentar dan hikmah yang Anda dapat?

He-he-he… kontroversial lagi… apanya yang kontroversial ya… he-he-he… hmm... begini, terus terang hikmah terbesar dalam hidup saya adalah ketika saya dituduh terlibat korupsi penyimpangan dana hibah Kadin Jatim.

Saat itu saya benar-benar terpukul karena seolah saya koruptor kelas kakap. Bahkan di persidangan saya seolah-olah disorot oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai terdakwa koruptor.

Tetapi alhamdulillah, akhirnya selama persidangan, dari 24 saksi yang dihadirkan jaksa, tidak ada seorang pun yang menyatakan saya terlibat dan korupsi. Akhirnya majelis hakim pun memutus saya bebas murni dan tidak terbukti melakukan seperti apa yang didakwakan jaksa.

Di situ saya mengambil hikmah. Pasti Allah SWT punya rencana terhadap diri saya. Dan saya juga sudah melupakan dan tidak dendam dengan siapa pun yang terlibat dalam menjadikan saya pesakitan di persidangan itu. Sudah saya lupakan. Saya memang lebih senang menatap masa depan ketimbang melihat ke belakang. Kita lihat ke belakang sebagai pelajaran saja. Ambil hikmahnya.

Anda sekarang menjadi sosok yang Islami, dengan menebar pesan-pesan yang meneduhkan…

Sebenarnya bukan sekarang. Tapi sejak saya belajar dan mendalami agama, sejak usia saya menginjak 40 tahunan. Lalu saya menemukan prinsip hidup yang saya jalani. Sederhana tapi mendasar. Saya tidak ingin menjadi orang yang merugi. Itu yang ada dalam pikiran saya. Karena semua orang pada hakikatnya merugi. Kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh. Ini prinsip dasarnya.

Itulah visi hidup pribadi saya. Karena janji Allah SWT di Alquran, orang-orang yang beriman dan beramal saleh, akan kekal di surga. Itu pasti. Karena itu janji Allah SWT. Dan Allah SWT mengatakan mereka itulah pewaris bumi ini. Karena Allah SWT ridho kepada mereka untuk mengelola bumi ini. Itu sejatinya.

Oleh karena itu, harus ditindaklanjuti dengan misi di dalam pribadi kita untuk menjalankan visi itu. Apa itu? Pastikan kita beriman. Mukmin. Beriman kepada Allah SWT, beriman kepada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan seterusnya. Dan itu harus diwujudkan dengan keyakinan yang kuat di hati. Dikatakan dalam lisan dan dijalani dengan perbuatan.

Lalu, kita perbanyak amal saleh yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Sehingga ini menjadi perpaduan antara hablumminallah dan hablumminannas.

Ada banyak amal saleh. Mulai dari yang sederhana sampai yang berat. Amal saleh yang sederhana tetapi dicintai Rasulullah SAW adalah memasukkan kebahagiaan ke dalam dada saudaranya. Artinya bermanfaat bagi sesama. Membantu saudara kita yang kesulitan. Bahkan itu lebih dicintai Rasulullah SAW daripada sebulan penuh iktikaf di Masjid Nabawi.

Itulah kenapa di dalam Alquran ada puluhan ayat di beberapa surat, di mana Allah SWT mengulang-ulang tentang keutamaan orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Itu menjadi prinsip atau boleh dikatakan visi hidup saya pribadi.

Apa karena menjelang Pilgub Jatim?

Bukan. Saya bersama teman-teman di La Nyalla Academia sudah hampir 19 tahun beraktivitas sosial. Tetapi dulu mungkin belum ada media sosial, sehingga tidak menyebar atau tidak terpublikasi. Sekarang teman-teman relawan di La Nyalla Academia punya grup WhatsApp, ada Facebook, dan lain-lain, sehingga menyebar ke mana-mana.

Begitu juga di Kadin Jatim. Saya galang pengusaha-pengusaha untuk berbagi dengan saudara-saudara yang lain secara rutin. Sudah ada mekanismenya. Tidak perlu saya sebutkan bagaimana dan siapa serta berapa banyak yang kita sisihkan. Begitu juga di Pemuda Pancasila. Itulah fungsi organisasi sebagai alat atau sarana memperluas ladang amal kita. Itu prinsip di mana pun saya berpijak dan beraktivitas. Itu harus menjadi orientasi.

Anda dulu dicap sebagai seorang preman, komentar Anda?

Itu sudah lama. Dan saya dari dulu punya prinsip saya tidak akan menjelaskan siapa saya terkait tuduhan orang soal saya preman. Karena kan ada pernyataan begini, tidak perlu menceritakan siapa Anda, karena orang yang suka kepada Anda tidak perlu itu, dan orang yang tidak suka kepada Anda, tidak akan percaya. Jadi ya biar Allah SWT yang menilai.

Menurut saya, sebaiknya pertanyaan seperti ini ditanyakan kepada orang-orang yang tahu siapa saya, atau yang mengikuti perjalanan saya. Tahu bagaimana saya sebelum usia 40 tahun, dan tahu bagaimana saya setelah usia 40 tahun. Ada banyak saksi hidup perjalanan saya. Salah satunya Profesor Sam Abede Pareno, yang menulis buku tentang saya, yang diberi judul 'Hitam-Putih'. Tolong juga ditanyakan atau dicari, kalau saya preman, siapa orang yang pernah saya premani? Siapa yang pernah saya palak? Atau siapa yang saya gebukin?

Saya hanya punya prinsip, orang yang masa lalunya pernah dinilai buruk, apakah tidak bisa menjadi baik? Apakah sejarah Rasulullah SAW tidak diwarnai dengan beberapa sahabatnya yang dulunya hidup di era jahiliah, lalu menjadi sahabat dan pejuang Islam? Bukankah memang fungsi Islam itu membawa kita dari dzulumat atau era kegelapan kepada nur, era kebenaran? Itu saja yang bisa saya ceritakan soal ini.

Keyakinan Anda sejauh mana menang bila ada parpol yang mengusung sebagai calon Gubernur Jatim?

Allah SWT mengikuti prasangka hamba-Nya. Selama niat kita untuk kebaikan insyaallah diberi yang terbaik. Tugas kita cuma ikhtiar. Saya pribadi juga memang berniat mengabdikan diri total untuk menjalankan amanah. Saya sekaligus ingin membuktikan bahwa saya yang pernah dituduh korupsi, meskipun akhirnya tidak terbukti, akan saya buktikan lagi, selama saya memimpin nanti, satu rupiah pun, insyaallah sudah menjadi tekad di hati saya untuk tidak korup.

Bila menang, Anda memprioritaskan apa di Jatim?

Sektor industri masih menjadi backbone keseimbangan pemerataan perekonomian di Jatim. Karena sektor industri selama ini telah memberikan kontribusi yang tinggi terhadap PDRB Jatim, yakni sekitar 29%. Selain mengerek sektor terkait lainnya, sektor industri juga bisa menaikkan daya beli masyarakat melalui rekrutmen tenaga kerja sebanyak mungkin. Tinggal distribusinya yang perlu diarahkan secara merata ke seluruh kawasan di Jatim. Tentu infrastruktur dan akses transportasi diperkuat.

Pemprov harus mampu melakukan mapping problematika yang dihadapi masing-masing daerah terkait penguatan ekonomi-bisnisnya. Khususnya dalam menghidupkan sektor industri. Dicarikan solusinya dan dikawal eksekusi kebijakannya. Kekompakan antar-kepala daerah dalam satu kawasan di provinsi adalah mutlak harus. Untuk satu tujuan dalam rangka pemerataan ekonomi.

Penguatan kawasan adalah sistemik yang harus didukung semua kepala daerah yang ada di kawasan tersebut. Baik kawasan Timur Jatim, Barat, Selatan, dan Utara. Misalnya industri migas di Bojonegoro harus didukung Bupati Tuban untuk sektor hilirnya, baik perizinan pipanisasi maupun kepelabuhanan migas.

Maka itu, gubernur dan wakilnya harus mengetahui secara detail persoalan masing-masing ekonomi daerah. Jika perlu, tiap hari harus berada di daerah kabupaten/kota. Semua kekuatan yang dimiliki oleh provinsi harus di arahkan untuk penguatan ekonomi kabupaten/kota. Karena sejatinya di situlah fungsi dan peran pemerintah provinsi dalam menyejahterakan rakyatnya.

Secara umum, sektor apa saja yang harus diperhatikan sehingga kondisi ekonomi Jatim bisa tetap bagus?

Tentu sektor investasi, konsumsi, transportasi barang, serta perdagangan harus secara terus-menerus dikuatkan. Di luar sektor-sektor itu, ada beberapa yang juga perlu diperhatikan. Seperti sektor pertanian dan sektor perdagangan.

Di sektor pertanian, misalnya, kini kondisi lahan telah mengalami mutasi pemanfaatan sekitar 1.100 hektare per tahun. Manajemen pemanfaatan lahan harus diperhatikan. Pencetakan lahan baru pertanian harus terus dianggarkan. Selain fasilitas teknis, seperti irigasi, bibit, dan pupuk. Selama ini Jatim masih menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional, sehingga kondisi ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. (gik/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads