Tunggakan Rusun Capai Rp 32 M, Lulung: Kenapa Dulu Digusur?

Tunggakan Rusun Capai Rp 32 M, Lulung: Kenapa Dulu Digusur?

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 16:21 WIB
Tunggakan Rusun Capai Rp 32 M, Lulung: Kenapa Dulu Digusur?
Lulung/ Foto: Iswahyudi/detikcom
Jakarta - Pemprov DKI menyampaikan banyaknya tunggakan sewa rumah susun di Ibu Kota mencapai Rp 32 M. Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) menyebut mayoritas penghuni rusun adalah korban penggusuran yang ekonominya lemah.

"Kenapa dulu digusur? Ini jelas kan sekarang rakyat dibebani persoalan baru. Dulu nggak, saya kan ngomong dulu, terlambat sih pada mikirinya," kata Lulung di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Lulung mengatakan warga korban gusuran tersebut tidak diberi solusi yang baik. Lulung mengatakan pemerintah kurang memikirkan fakta tersebut saat menggusur warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadinya mereka cuma kewajiban sama pemerintah bayar listrik, bayar air kan. Bayar keamanan cuman berapa, sekarang bayar airnya berapa, bayar parkirnya berapa, belum bayar rumahnya lagi. Ini fakta," katanya.

Meski demikian, Lulung tidak merekomendasikan penggratisan listrik bagi warga rusun. Pihaknya meminta pemprov menurunkan sewa rusun agar lebih terjangkau.

"Solusinya dia juga nggak bisa dibebasin. Solusinya adalah ya coba diturunin saja biaya. Supaya dia terjangkau," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI menyampaikan banyaknya tunggakan sewa rumah susun di Ibu Kota. Tunggakan sewa rusun mencapai Rp 32 miliar pada Juni 2017.

"Total tunggakan di 23 lokasi rusun sampai Rp 26 miliar di bulan Januari 2017. Untuk bulan Juni sudah meningkat jadi Rp 32 miliar," ujar Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (31/7).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan mengatakan banyaknya tunggakan disebabkan rendahnya penghasilan penyewa. Selain itu, para penyewa tidak memiliki tabungan yang cukup.

"Ya masyarakatnya memang nggak mampu karena penghasilannya rendah sekali dan mereka nggak punya saving. Itu yang menyebabkan pada nunggak," kata Agustino.

(fdu/rvk)


Berita Terkait