Uang Sangu Reses Rp 21 Jt/Orang, DPRD Sumut Didemo

Uang Sangu Reses Rp 21 Jt/Orang, DPRD Sumut Didemo

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2005 16:05 WIB
Medan - DPRD Sumatera Utara (Sumut) memasuki reses pekan lalu. Setiap anggota diberi sangu Rp 21 juta untuk bekal masa rehat sidang itu.Akibatnya, masyarakat Sumut pun mendemo kebijakan itu. Mereka menilai itu sebagai pemborosan anggaran. Namun uniknya, anggota dewan malah menilai dana tersebut masih kurang.Demo menentang pemberian sangu itu digelar Selasa (10/5/2005) oleh puluhan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Rakyat Berkuasa. Mereka melakukan orasi di halaman Gedung DPPD Sumut di Jalan Imam Bonjol, Medan."Dana reses DPRD Sumut irasional dan merupakan pemborosan anggaran. Kami mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk memeriksa anggota DPRD yang menerima uang tersebut," kata Aminullah, ketua Satma AMII Medan yang ikut dalam aksi demo tersebut.Pada bagian lain orasinya, para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Medan tersebut juga menyatakan, pengeluaran dana Rp 21 juta kepada 84 anggota dewan bisa jadi tidak masalah, asalkan hasil yang diberikan sesuai. Namun kenyataannya, pola kerja anggota DPRD Sumut masih sangat mengecewakan hingga hari ini."Seharusnya uang sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, untuk pendidikan dan mengatasi kemiskinan," kata para demonstran yang dikawal puluhan polisi dari Poltabes Medan.Berkenaan dengan tuntutan mahasiswa tersebut, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Sumut Zaki Abdullah mengaku belum menerima uang tersebut. Namun dikatakannya, sebenarnya uang sebanyak Rp 21 juta untuk kebutuhan reses itu, sebenarnya sedikit."Karena saat kita bertemu dengan konstituen di daerah pemilihan, dana yang dibutuhkan jauh lebih banyak. Untuk sumbangan kepada lembaga-lembaga dan sebagainya," kata dia.Senada dengan Zaki Abdullah, anggota Fraksi Golkar, Syukran J Tandjung, malahan menyatakan uang Rp 21 juta itu kurang. "Saya harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk memberikan sepeda motor, komputer, dan sumbangan untuk madrasah kepada konstituen, belum lagi sumbangan lainnya," kata Syukran. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads