Demi Keadilan, Teruskan Proses Hukum Soeharto!

Demi Keadilan, Teruskan Proses Hukum Soeharto!

- detikNews
Selasa, 10 Mei 2005 15:49 WIB
Jakarta - Di usia senjanya, Soeharto dijadikan kontroversi. Ada pihak yang meminta Soeharto dimaafkan dan dihentikan proses hukumnya. Tapi, ada pihak yang meminta proses hukum Soeharto diteruskan. Ini demi keadilan!Anggota FPDIP Permadi, termasuk pihak yang ingin proses hukum Soeharto dilanjutkan. Tapi, dengan keinginan seperti ini, bukan berarti Permadi menaruh dendam pada diri Soeharto. Meski, sebenarnya Permadi sempat dipenjara saat Soeharto berkuasa dan merasa teraniaya. "Saya pernah dihukum oleh rezim Soeharto. Pernah dituduh makar dua kali, dikejar Kodim, dan sebagainya. Begitu ia jatuh saya sudah memaafkannya," katanya kepada detikcom di sela-sela rapat paripurna DPR di gedung DPR RI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (10/5/2005).Tapi, bagi Permadi, memaafkan Soeharto, bukan berarti menghentikan proses hukumnya. Sungguh tidak adil, bila uang negara yang dikorupsi selama rezim Soeharto tidak dikembalikan kepada negara. "Lalu dengan sakitnya Soeharto, kita memaafkan begitu saja semua kesalahannya. Ini tidak adil," kata Permadi. Parmadi menjelaskan, apa pun kondisinya sekarang, proses hukum tetap harus berjalan. Namun, semangatnya bukan melawan pribadi Soeharto, tapi perilaku rezim saat Soeharto berkuasa. "Kesalahan Soeharto tidak bisa dilupakan. Lain lagi kalau semua uang yang dikorup dikembalikan. Kalau uang tidak dibalikin lalu nama dibersihkan ya enak sekali," ujarnya.Parmadi mengaku belum akan menjenguk Soeharto. Alasannya sederhana. Dia takut tidak diizinkan masuk ke dalam rumah sakit tempat Soeharto dirawat. Teman-teman Permadi dari PDIP juga belum ada yang berencana menjenguk Soeharto.Sampai saat ini, sejumlah politisi sudah menjenguk Soeharto. Antara lain, AM Fatwa (PAN), Agung Laksono (Golkar), Sys NS (Demokrat), Alwi Shihab (PKB), dan Endin AJ Soefihara (PPP). (atq/)


Berita Terkait