Gagal Maju, Balon Bupati Sleman Lapor Polisi & Panwas
Selasa, 10 Mei 2005 15:40 WIB
Yogyakarta - Tiga bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Sleman gagal maju Pilkada. Padahal mereka sudah ikut seleksi, ikut 'konvensi', bahkan setor duit. Mereka pun mengadukan nasibnya ke polisi dan Panitia Pengawas (Panwas) Sleman.Tiga orang yang mangadu itu adalah HM Jaril, Amin Purnama SH dan Hayat Taufik Junaidi SH. Mereka menganggap partai yang tergabung dalam Koalisi Catur Manunggal tempat mereka mendaftarkan diri mengikuti seleksi telah menipu. Partai-partai juga telah meminta sejumlah uang jutaan rupiah. Meski menempati urutan pertama dalam seleksi, mereka tetap tidak dicalonkan dan didaftarkan ke KPUD.Selain itu, mereka meminta pasangan calon bupati dan wakil bupati, Hafidz Asrom dan Kusbaryanto yang dicalonkan oleh Koalisi Catur Manunggal (PKS, PKPB, PD dan PPP) harus ditinjau lagi."Kami sudah laporkan kasus ini kepada Panwas maupun polisi. Karena proses seleksi kemarin hanya akal-akalan dan kami tertipu," kata HM Jaril kepada detikcom di Perumahan Griya Perwita Asri Ring Road Utara Yogyakarta, Selasa (10/5/2005).Dia meminta kepada Panwas Sleman agar pencalonan Hafidz dan Kusbaryanto ditinjau lagi. "Kami menempati urutan pertama saat seleksi di PPP dan Partai Demokrat, tapi kami justru tidak masuk. Pak Amin juga urutan pertama untuk wakil bupati, juga tak masuk. Hak-hak kami terampas. Semua itu bohong. Kami jelas dirugikan secara material dan non material," katanya.Jaril telah melaporkan kasus itu kepada Polda DIY bersama pengacaranya Bastari Ilyas SH dengan bukti SPLB/125/V/2005/Siaga yang ditandatangani Iptu Haryanto. Para pelapor oleh penyidik kemudian diperiksa sebagai saksi pelapor.Amin Purnama menambahkan, calon yang tidak ikut seleksi justru yang didaftarkan oleh Koalisi Catur Manunggal. Sebaliknya, calon yang ikut seleksi dan menempati urutan teratas malah tidak lolos. "Kami justru secara sepihak tidak dianggap, padahal kami sudah banyak dirugikan," protesnya.Sejak awal proses pendaftaran hingga seleksi calon oleh partai, kata Amin, pihaknya sudah keluar banyak uang. Untuk mendaftarkan diri mengambil formulir saja sudah keluar uang sebesar Rp 1 juta. Kemudian pada saat pengembalian formulir juga diminta sumbangan sukarela oleh panitia Rp 1,5 juta, dan pada pertemuan selanjutnya Rp 2 juta.
(nrl/)











































