"Pengarahan beliau sangat general di berbagai rapat kerja dengan birokrat pasti perintahnya itu jangan project oriented, bussines as usual, harus berani out of the box, harus ada fokus jangan asal birokrasi aja. Itu pengarahan intensif terus menerus," kata Menteri Siti di sela Rakernas 2017 dengan tema 'Untuk Hutan, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Berkeadilan' di Kementerian Lingku NH an Hidup dan Kehutanan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya baru diberesin (dari) sekian tahun berlangsung seperti itu, tidak gampang memang. Saya bekas birokrat, 34 tahun PNS, 12 tahun lho jadi sekretaris jendral. Jadi saya mencoba melihat dengan cara birokrat dan ini ada kebutuhan lain dari presiden dalam hal ini sebagai pemegang saham mandat rakyat," jelas Siti.
Siti mengasosiasikan hubungan antara presiden dengan para menteri sebagai principal dan agent. Sehingga para menteri yang menerima wewenang dari presiden harus beradaptasi memenuhi mandat rakyat, apalagi saat ini tren masyarakat ingin serba cepat.
"Hubungan presiden-menteri itu principal-agent, agent-agentnya para menteri. Dan sekarang rakyatnya membutuhkan modal kerja baru cepat selesai, harus langsung diberesin , langsung on the spot. Sementara sistem birokrasi kita memang struktural, terstruktur, begini-begitu oleh karenanya kita harus cari jalan" jelas Siti.
"Birokrasi ada rumusnya juga kalau biasa biasa aja struktur bisa langsung melakukan. Kalau complicated itu sub judulnya pakai tim kerja. Kalau kompleks banget tim kerja tambah keahlian tambah penanganan khusus ahli. Kan banyak cara-cara luar biasa yang dilakukan," sambungnya.
Siti mengakui pemerintahan Presiden Jokowi memang berbeda dibanding era presiden sebelumnya. Dia menambahkan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla memang masa pembenahan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang serba cepat.
"Era Pak Jokowi kerja eksekutif memang mekanisme kerja eksekutif memang sedang berkembang modelnya," kata Siti.
Sebelumnya, pernyataan Presiden Jokowi itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Lingkungan 2017 di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jokowi mengatakan, sudah terlalu lama pengelolaan hutan di Indonesia berorientasi pada proyek dan minta para 'pemain' itu berhenti.
"Jangan lagi ada program-program atau rencana-rencana yang orientasinya proyek. Sudahi itu, hentikan itu. Arahnya fokus konsentrasi daerah dilokalisir. Sudah terlalu lama kita bekerja dengan orientasi proyek," kata Jokowi di acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/8). (ams/rvk)










































