DetikNews
Rabu 02 Agustus 2017, 15:16 WIB

Menteri Siti: Muncul Titik Api Baru di Bangka Belitung

Aditya Mardiastuti - detikNews
Menteri Siti: Muncul Titik Api Baru di Bangka Belitung Menteri LHK Siti Nurbaya (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan kemunculan titik api semakin meluas. Titik-titik api baru yang saat ini mendapatkan perhatian khusus yaitu di di Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bangka Belitung (Babel).

"Ada hal baru kebakarannya bukan di daerah konvensional yang di 7 provinsi Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim. Tetapi sudah masuk ke Aceh, NTB dan tadi pagi saya lihat Babel," kata Siti di sela Rakernas tahun 2017 dengan tema 'Untuk Hutan, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Berkeadilan' di Kementerian LHK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (2/8/2017).

Siti menyebut Aceh, NTB dan Babel merupakan daerah baru yang mulai terpantau kemunculan titik api. Siti mengatakan ketiga daerah ini relatif rawan karena belum mempunyai sistem penanganan kebakaran yang siap.

"Ini daerah lain baru dan mengkhawatirkan bukan seperti daerah lain yang punya sistem (penanganan kebakaran). Kita minta tim (satgas karhutla) untuk terus mengikuti," terangnya.

Siti mengakui kebakaran di Aceh telah berlangsung lama. Namun dia memastikan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk menangani kebakaran di Aceh.

"Aceh agak lama kebakarannya bahkan kira-kira habis lebaran dia mulai terbakar. Sudah diikuti terus dan saya sudah komunikasi dengan daerah. Sekarang tinggal tunggu Babel aja," ucap Siti.

Mengacu pada data, Siti menyebut perkembangan titik api di bulan Juli meningkat 49 persen dibandingkan tahun 2016 lalu. Namun, jika dibandingkan dengan Juni hanya meningkat sekitar 20-23 persen.

"Kita mengikuti terus perkembangannya. Memang kalau dilihat hot spotnya Juli naik. Dibandingin tahun lalu 49 persen lebih tinggi dari Juli tahun lalu dibanding dengan Juli 2015 itu 27 persen. Cuma dibandingin Juni itu 20-23 persen. Hot spot kita lebih banyak dan ekskalatif di Juli," terang Siti.

Lebih lanjut Siti menyebut kemunculan titik api baru itu juga disebabkan karena ulah masyarakat yang sengaja membakar lahan.

"Daerah-daerah yang masih terus Kalbar, tapi sudah kita tangani ada tim kami di lapangan sejak minggu. Dan water bombing juga sudah turun karena api kecil-kecil harus banyak di darat sana," jelasnya.

"Juga harus banyak persuasi di masyarakat, karena pembukaan lahan tradisional serentak, hari ini menurun. Persoalan sekarang dengan demikian di Kalbar, NTT bisa di Riau juga," kata Siti.
(ams/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed