Disebut Waketum Gerindra 'PKI', PDIP: Dia Stres Berat

Disebut Waketum Gerindra 'PKI', PDIP: Dia Stres Berat

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 13:00 WIB
Disebut Waketum Gerindra PKI, PDIP: Dia Stres Berat
Foto: Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Waketum Gerindra Arief Poyouno sempat menyebut 'wajar PDIP disamakan dengan PKI' meskipun sudah mengklarifikasi ucapannya dan meminta maaf. Meski begitu, PDIP bereaksi keras soal ucapan Arief.

"Kami sudah lama mendengar orang tersebut sedang stres berat sehingga di intern Gerindra sendiri lebih dinilai sebagai beban. Kami akan cek lagi. Di tengah dinamika dan kontestasi demokrasi seperti sekarang, banyak politisi yang terguncang jiwanya. Banyak yang asbun (asal bunyi), ngomongnya ngawur dan ngelantur. Menyedihkan," ucap ketua DPP Hendrawan Supratikno saat dikonfirmasi, Rabu (2/8/2017).

"Kalau galau atau stres, jangan menciptakan eksternalitas negatif alias ngajak-ngajak orang lain untuk ikut stres," cetusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendrawan menilai ucapan Arief yang terlanjur disampaikan tidak memiliki dasar argumen. "Statement super ngawur begitu untuk sebagian kader bikin jengkel. Sebagian lain menganggap yang bersangkutan sakit jiwa dan minta supaya PDIP menawarkan jasa psikiatrik," kata Hendrawan.

PDIP sedang mengkaji secara hukum untuk mempolisikan Arief. Di luar itu, Hendrawan meminta setiap pihak supaya tidak asal berbicara.

(Baca juga: Soal 'PKI', PDIP: Kami Kaji Gugatan Hukum ke Waketum Gerindra)

"Jadi kami harap tokoh-tokoh besar mampu menahan diri, jangan asbun. Jangan malas buka dokumen peristiwa politik dengan akal sehat dan semangat persaudaraan," tegas Hendrawan.

(Baca juga: Kronologi Waketum Gerindra Sebut PDIP PKI hingga Minta Maaf)

Gerindra sendiri sudah menegaskan ucapan Arief bukan sikap partai. Arief telah mendapat teguran dari Prabowo Subianto dan akan diproses di mahkamah partai.

(Baca juga: Soal 'Wajar PDIP Disamakan PKI', Waketum Gerindra Ditegur Prabowo)

"Tentu partai akan mengambil satu tindakan sesuai dengan aturan yang ada di internal kami melalui mahkamah partai dan sebagainya," kata waketum Gerindra Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8). (dkp/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads