Curhat itu disampaikan oleh Anwar, asal Deli Serdang, Sumatera Utara yang menerima penghargaan Kalpataru 2017. Anwar menerima Kalpataru karena berjasa mengembangkan penanaman hutan mangrove (bakau) hingga dikirim ke daerah lain.
"Pekerjaan saya setiap hari menanam mangrove. Sudah ratusan hektare. Tanamnya kadang nggak hitung siang, malam hari juga nanam," ujar Anwar yang berdiri di sebelah Jokowi di panggung acara Hari Lingkungan Hidup di Gedung Manggala Wanabakti, Rabu (2/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi juga bertanya dari mana Anwar mendapatkan penghasilan. Anwar menjawab, dia mendapatkan uang dari hasil jual bibit mangrove.
"Jadi selain nanam, jual beli bibit juga. Pintar ini namanya. Sambil menyelam minum air," kata Jokowi.
Anwar pun mengatakan, pada tahun 2015 lalu, dirinya menjual 5 juta lebih bibit mangrove ke Aceh. Tak hanya Aceh, dia juga menjual ke Mandailing Natal, Nias dan Bangka Belitung.
"Kaya raya ini nampaknya," kata Jokowi.
"Enggak juga," timpal Anwar.
Anwar pun menceritakan singkat suka dukanya terkait kecintaannya kepada pohon. Pernah suatu saat, pohon yang dia tanam, menimpa rumahnya sendiri.
"Di rumah saya juga pelihara pohon kayu. Ya, rumah saya pun ditimpa pohon kayu, roboh. Karena cabangnya patah," kaya Anwar yang disambut tawa hadirin.
Dalam kesempatan itu, Anwar menegaskan penghargaan Kalpataru itu akan jadi cambuk bagi dirinya untuk lebih giat lagi dalam melakukan pelestarian lingkungan. Anwar juga menitipkan pesan kepada masyarakat, terutama yang giat dalam pelestarian lingkungan.
"Pesan saya kepada sekolah-sekolah yang sudah dapat (penghargaan), bisa kerja lebih giat lagi supaya dapat Kalpataru," katanya. (rjo/rvk)











































