BPTJ akan Cari Lahan Tempat Ngetem Angkot dan Ojek

BPTJ akan Cari Lahan Tempat Ngetem Angkot dan Ojek

Fitang Budhi Adhitia - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 10:44 WIB
BPTJ akan Cari Lahan Tempat Ngetem Angkot dan Ojek
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sedang mencari lahan kosong untuk tempat ngetem angkot dan ojek online di sekitar stasiun yang ada di Jakarta. Selama ini angkot dan ojek online yang ngetem sembarangan di sekitar stasiun menimbulkan kemacetan.

"Hari ini adalah dalam rangka BPTJ sesuai dengan penugasan Pak Menteri (Perhubungan) untuk mencari solusi mengatasi kemacetan yang teridentifikasi kemacetan itu ada di beberapa stasiun. Telah teridentifikasi ada sekitar 17 stasiun yang menyebabkan kemacetan se-Jabodetabek, untuk sementara, ya. Mungkin akan tambah lagi," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Stasiun Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Bambang melihat penyebab kemacetan di sekitar stasiun adalah adanya pemindahan moda transportasi penumpang dari kereta api KRL ke transportasi lainnya. Penumpang yang berkeliaran sekitar stasiun untuk mencari angkot dan ojek juga menjadi penyebab kemacetan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penumpang itu berkeliaran ke mana-mana, mencari angkutan yang lainnya, ada angkot, taksi, ada Gojek. Sehingga mereka melawan pergerakan sembarangan sehingga menghambat lalu lintas yang ada. Mereka nyeberang jalan, ada yang nunggu jemputan segala macam. Itu yang pertama," katanya.

"Yang kedua adalah moda-moda yang lainnya, seperti taksi, bus, mereka tidak difasilitasi tempat untuk mengambil penumpang sehingga mereka menggunakan badan jalan, sehingga jalan ini menjadi menyempit, ini menyebabkan bottle neck. Oleh karena itu, kami lagi berpikir keras bagaimana mereka ini dapat difasilitasi," tambahnya.

BPTJ akan memfasilitasi dengan menyediakan lahan kosong bagi setiap ojek online dan angkot yang ngetem di stasiun. "Ini kan di pinggir jalan, kan harus ada solusinya. Mereka harus kumpul di suatu tempat dan tidak mengganggu lalu lintas. Kemudian pergerakan orang, mereka kan muter nih terlalu jauh. Pilihannya (pintu keluar) kan cuma dua nih, ujung sana dan ujung sana. Akhirnya orang cenderung lompat pagar untuk praktisnya. Kemudian nanti saya lihat sebenarnya mereka original destination-nya mau ke mana, sih. Tadi ada yang bilang mau ke kampus, ke pasar, dan kemungkinan jangka panjangnya adalah kita perlu membangun sky bridge ke arah pasar atau ke arah kampus," jelasnya.

Bambang mengatakan saat ini tengah melakukan komunikasi dengan kepala stasiun yang ada untuk mencari lahan kosong tersebut. Bambang juga akan berkoordinasi terkait pergerakan penumpang setelah keluar dari stasiun.

"Saya mau ketemu kepala stasiunnya dulu. Saya mau lihat seperti apa kira-kira dulu pengaturan seperti ini. Setelah saya tahu, nanti kita (benahi) supaya nggak salah langkah juga. Mereka kan buat seperti ini (pagar) kan pasti ada ceritanya, walaupun sekarang dampaknya tidak baik juga, gitu, kan. Ini yang saya carikan nanti kira-kira win-win solution-nya seperti apa," imbuhnya. (nvl/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads